Monday, November 29, 2010

Tablet Cetak Langsung Thiamin HCl (hasil praktikum)

I.                   Tujuan Percobaan
1.      Mengetahui cara pembuatan tablet dengan metode cetak langsung.
2.      Mengetahui formula yang tepat dalam pembuatan tablet dengan menggunakan metode cetak langsung dengan zat aktif Thiamin HCl untuk defisiensi.
3.      Mengetahui pengaruh eksipien terhadap karakteristik fisik tablet.

II.                Teori Dasar
Tablet merupakan suatu bentuk sediaan padat yang berisi campuran zat aktif dan bahan tambahan yang sesuai dan dibuat dengan cara dikompresi. Tablet berbeda dalam bentuk, ukuran, bobot,kekerasan, ketebalan, kerapuhan dan daya hancurnya tergantung pada metode pembuatan dan cara pemakaiannya kebanyakkan tablet digunakan pada pemberian obat-obatan secara oral. Tablet dibuat terutama dengan cara dikompresi menggunakan mesin yang mampu menekan bahan bentuk serbuk atau granul dengan menggunakan berbagai ukuran atau bentuk punch dan die. Setiap bahan yang akan dibuat tablet harus memenuhi kriteria seperti kemampuan mengalir dan dapat dicetak. Selain itu, syarat massa cetak yang baik adalah :
a.       Massa kompak mudah dikeluarkan di ruang cetak
b.      Mempunyai sifat free flowing (mudah mengalir)
c.       Jika diberikan tekanan mempunyai daya kohesi untuk membentuk massa kompak.
Secara umum, pada pembuatan tablet dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu granulasi basah dan granulasi kering. Dapat juga dengan menggunakan metode cetak langsung. Metode cetak langsung adalah proses pencetakan tablet dengan cara mengkompresi langsung campuran zat aktif dengan eksipien menjadi massa yang kompak. Penggunaan metode cetak langsung digunakan untuk senyawa kimia kristal tunggal menjadi massa yang kompak, tanpa perubahan dari bahan tambahannya. Dengan perkembangan teknologi farmasi dan bahan sintetik yang dapat digunakan sebagai bahan pembantu, metode cetak langsung banyak digunakan dalam proses pengempaan tablet. Penambahan bahan pembantu ditujukan untuk memudahkan serbuk mengalir ke dalam ruang cetak atau die.
Beberapa zat aktif memiliki bentuk kristal amorf sehingga tidak dapat dicetak langsung. Maka pemilihan bahan pembantu sangat menentukan keberhasilan metode cetak langsung. Beberapa zat aktif dapat dicetak langsung tanpa menggunakan bahan tambahan, misalnya : ammonium klorida, NaCl, NaBr, asam borat, asam benzoate, dll. Dari beberapa contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa bentuk kristal merupakan faktor penentu tablet cetak langsung. Struktur kristal kubik adalah bentuk yang baik untuk metode cetak langsung. Pengisi yang dapat langsung dikempa adalah zat netral yang dapat dikompakkan dengan sedikit kesulitan dan dapat dikempa walaupun sejumlah obat dicampurkan ke dalam pengisi tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan pengisi cetak langsung adalah : sifat alir, kompresibiltas, kandungan lembab, ukuran partikel dan distribusinya, harga dan keberadaannya, disolusi di saluran cerna, BJ ruahan, kompatibilitas dengan zat aktif, penerimaan oleh pemerintah setempat dan stabilitas tablet jadi.
Keuntungan dari metode cetak langsung :
a.       Lebih ekonomis, karena waktu proses lebih cepat sehingga penggunaan energy lebih sedikit, peralatan dan tenaga lebih sedikit.
b.      Waktu desintegrasi lebih cepat karena desintegran tidak digranulasi sehingga bekerja lebih baik atau efektif.
c.       Stabilitas zat aktif lebih baik karena tidak menggunakan panas,lembab dan tekanan kompresi yang tinggi.
d.      Disolusi zat aktif lebih cepat karena setelah tablet hancur langsung membebaskan partikel primer dan sekunder.
Kerugian dari metode cetak langsung :
a.       Pemilihan eksipien menjadi hal yang kritis karena kebanyakkan zat aktif tidak mempunyai kompresibilitas yang baik.
b.      Homogenitas warna menjadi suatu masalah.
c.       Masalah homogenitas pada zat aktif, karena pencampurannya hanya satu kali.
d.      Keterbatasan teknologi karena tidak semua zat aktif dapat dikompresi langsung karena kompresibilitas dan sifat alirnya kurang.
e.       Perbedaan ukuran partikel yang nyata antara zat aktif dan eksipien dapat menyebabkan masalah ketidakcampurnya antar komponen.

III.             Data Preformulasi
1.      Bahan aktif
·         Thiamin HCl (FI edisi III hal. 598)
Struktur Kimia          : C12H17ClN4O5,HCl
BM                              : 337,27
Pemerian                    : Hablur kecil atau serbuk hablur; putih; bau khas lemah mirip ragi; rasa pahit.
Kelarutan                   : Mudah larut dalam air; sukar larut dalam etanol (95 %) P; praktis tidak larut dalam eter P dan dalam benzen P; larut dalam gliserol P.
Khasiat                       :  Antineuritikum; komponen vitamin B kompleks
Dosis                           :  5 – 100mg, 3 kali sehari (DI edisi 88 hal. 2103)
Stabilitas                     : Dapat mengalami beberapa reaksi hidrolitik, stabil secara maksimal mendekati pH 2 dan tidak stabil dalam larutan yang basa, pH larutan harus lebih rendah dari 6. ( Connors hal. 699 )
Penyimpanan             : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya.
OTT                            : Peka terhadap bahan – bahan pengoksidasi dan pereduksi. Sulfi(bisulfit) dapat memecah tiamina, dan kombinasi sulfit dengan nukleofil menyebabkan hilangnya potensi tiamina secara cepat. Pada bentuk sediaan padat degradasi dapat diperkecil dengan jalan mencegah terjadinya kontak dengan lembab. (Connors hal. 699)

2.      Bahan Tambahan
·         Starch 100 (Handbook of Exipients hal 491, FI IV hal: 107)
Pemerian                    :  serbuk sangat halus ,berwarna putih,tidak berbau,tidak berasa.
Kelarutan                   : Praktis tidak larut dalam air dan ethanol.
Konsentrasi                :  5-10%
Stabilitas                     :  Stabil, walaupun higroskopis.
Penyimpanan             : Dalam wadah tertutup baik, di tempat sejuk dan kering.
OTT                            :  Dengan oksidator kuat.
Kegunaan                  :  desintegran.
Wadah                        : dalam wadah tertutup rapat dan sejuk.

·         Talkum (Excipient 2nd hal 519; FI IV hal 771)
Rumus Molekul         : Mg6(SiO5)4(OH)4
Pemerian                    : serbuk hablur sanagt halus, warna putih/putih kelabu, berkilat, mudah melekat pada kulit dan bebas dari serbuk
Kelarutan                   : tidak larut dalam hampir smua pelarut (pelarut asam, alkali, pelarut organik, air).
Stabilitas                     : zat yang stabil, dapat di sterilkan dengan pemanasan pada suhu 160ºC untuk tidak kurang dari 1 jam
Kegunaan                  : glidan
Konsentrasi                : 1-10%
OTT                            :senyawa ammonium kuartener
Wadah                        : dalam wadah tertutup baik, disimopan di tempat sejuk dan kering

·         Magnesium stearat (Handbook of Exipients hal. 280-281; FI edisi III hal. 354)
Pemerian                    :  Serbuk halus, putih, licin, dan mudah melekat pada kulit, bau lemah khas.
Kelarutan                   :  Praktis tidak larut dalam air, dalam etanol (95%) P dan dalam eter P.
BM                              :  591,27
Konsentrasi                :  0,25-5%
Stabilitas                     :  Stabil di udara bebas.
Penyimpanan             : Dalam wadah tertutup baik, di tempat sejuk dan kering.
OTT                            :  Dengan asam kuat, alkali, dan garam besi.
Kegunaan                  :  Sebagai lubrikan.

·         Laktosa DC ( FI IV hal: 489, Handbook of excipient hal: 252)
Pemerian: serbuk/ massa hablur ,keras, putih/putih krem, tidak berbau dan rasa sedikit manis.
Kelarutan: mudah dan pelan-pelan larut dalam air dan lebih mudah larut dalam air mendidih ,sangat sukar larut dalam etanol.
Kegunaan : sebagai pengisi
Stabilitas: stabil di udara tetapi mudah menyerap bau.
OTT: golongan amin primer menyebabkan perubahan warna menjadi cokelat
Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik dan sejuk.

IV.             Formula
Thiamin HCl                     30mg
Starch 1000                       5%
Magnesium stearat            1%
Talcum                              2%
Lactose  DC                      q.s

V.                Perhitungan/Penimbangan
o   Perhitungan
Kapasitas pegang starch  = 25%
Starch mempunyai kapasitas pegang 25% artinya sebanyak 25 % zat aktif jika dicampur dengan Starch dapat langsung dicetak menjadi tablet. Jika dosis zat aktif 30 mg diperlukan Starch:
100/25x 30 mg =120 mg untuk 1 tablet
Untuk 500 tablet = 500 x 120 mg = 60 gr ( Starch minimum )
Dibuat 500 tablet @ 300 mg
Bobot seluruhnya = 500 x 300 mg = 150 gr
Thiamin HCl = 500 x 30 mg = 15 g
Starch = 5/100 x 150 g = 7,5 g
Mg Stearat = 1/100 x 150 g = 1,5 g
Talk = 2% X 150 g = 3 g
Lactose DC = 150 g – (15+7,5+1,5 + 3) = 123 g

o   Penimbangan
1.      Thiamin HCl         =          15,2 g
2.      Amylum                =          7,5 g
3.      Magnesium stearat=          1,6g
4.      Talk                       =          3,2 g
5.      Lactose DC           =         123,9 g


VI.             Cara Kerja
1.      Menyiapkan alat – alat serta bahan – bahan yang akan digunakan.
2.      Menimbang semua bahan yang digunakan.
3.      Mencampur Thiamin HCl dengan lactose dc lalu ditambahkan starch 1000 kedalamnya, lalu diaduk ad homogen.
4.      Melakukan uji evaluasi serbuk, meliputi uji sifat alir (secara langsung dan secara tidak langsung) dan uji kompresibilitas.
5.      Tambahkan Magnesium stearat  dan talk kedalam campuran serbuk sebelumnya ( yang telah dilakukan evaluasi serbuk), diaduk ad homogen.
6.      Memasukkan campuran serbuk tersebut ke dalam mesin cetak, kemudian tablet dicetak sesuai yang diharapkan.
7.      Melakukan evaluasi tablet meliputi uji keseragaman bobot, waktu hancur, kekerasan, keseragaman ukuran, dan friabilitas.
8.      Memasukkan tablet ke dalam wadah beserta etiket, dan diserahkan.

VII.          Evaluasi
A.    Evaluasi serbuk
-          Sifat Alir
1.      Secara langsung
Timbang 25  g serbuk tempatkan pada corong alat uji waktu alir dalam keadaan tertutup ,buka penutupannya biarkan granul mengalir ,catat waktu dengan menggunakan stopwatch.
Persyaratan : (aulton hal :612)

Kecepatan mengalir
( g/sec)
Aliran
>10
Bebas mengalir
4-10
Mudah mengalir
1,6-4
Sukar mengalir
<1,6
Sangat sukar mengalir

2.      Sifat alir secara tidak langsung
Granul disimpan pada kertas grafik millimeter.
Catatan:
tinggi (h)
diameter (d)
hitung sudut istirahat dengan persamaan sebagai berikut
tg α : h/r
α: inv tg α (lachman ed.3 hal:685)
persyaratan:
A
Aliran
<25
Sangat baik
25-30
Baik
30-40
Cukup baik
>40
Kurang baik
.


-        Kompresibilitas
Timbang ± 100 g granul, masukkan ke dalam gelas ukur dari alat “Joulting Volumeter”. Catat volumenya. Hidupkan motor, hitung hingga 10 ketukan, catat volumenya. Lakukan selanjutnya pada 50. 100, dan 500 ketukan. Hitung % kompresibilitas.

Kp (%)
Keterangan
5 -- 15
baik sekali
12 -- 16
baik  
18 - 21
cukup baik
23 - 35
buruk
33 - 38
buruk sekali
> 40
amat sangat buruk






Kp =  x 100%
Kp   =   % pemampatan
Vo   =   Volume awal
Vn = Volume pada tiap jml ketukan
B.     Evaluasi Tablet
·         Keseragaman bobot ( FI ed. III hal 7 )
Timbang 20 tablet, hitung bobot rata-rata tiap tablet. Jika ditimbang satu per satu tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan kolom A dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari harga yang ditetapkan kolom B. Jika tidak mencukupi 20 tablet, dapat digunakan 10 tablet, tidak satupun tablet yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom A dan tidak satu tabletpun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom B.
Bobot rata - rata
Penyimpangan bobot rata-rata
A
B
< 25 mg
15%
30%
26 - 150 mg
10%
20%
151 - 300 mg
7,5 %
15%
> 300 mg
5%
10%
                       




·         Keseragaman ukuran ( FI ed III hal 6 )
Ambil 20 tablet, ukur diameter dan ketebalannya menggunakan jangka sorong. Hitung rata-rata dan SD
Syarat : Kecuali dinyatakan lain. Diameter tablet tidak boleh lebih dari 3x dan tidak boleh kurang dari 1 1/3 x tebal tablet.

·         Waktu hancur ( FI ed IV hal 1080 )
Masukkan masing-masing 1 tablet ke dalam tabung dari alat uji waktu hancur. Masukkan 1 cakram pada tiap tabung dan jalankan alat.Gunakan air sebagai media dengan suhu 37±2°C. Semua tablet harus hancur sempurna, bila 1 atau 2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya. Tidak kurang 16 dan 18 tablet harus sempurna.
Syarat : Untuk tablet tidak bersalut < 15 menit
                         Untuk tablet bersalut < 60 menit

·         Friabilitas ( Voight hal 223 dan Lachman hal 564)
Ambil 20 tablet, bersihkan dari serbuk halus, timbang, masukkan kealat uji Friabilator. Putar sebanyak 100 putaran, keluarkan tablet dan bersihkan dari sebuk halus yang terlepas dan timbang kembali. Hitung % Friabilitas.
F =  x 100%
Wo = bobot awal
W1 = Bobot setelah pengujian
Syarat : F ≤ 1% atau F ≤ 0,8%

·         Kekerasan (FI ed IV )
Ambil 20 tablet, ukur kekerasan dengan alat “Hardness Tester”. Hitung rata-rata dan SD.
Syarat : 4 – 8 kg/cm2

VIII.       TABULASI DATA

A.    Evaluasi Serbuk
1.      Sifat Alir

No.
t (detik)
d (cm)
r (cm)
h (cm)
tan  (h/r)
Kecepatan alir (g/detik)
1.
13
8
4
1,4
0,35
19,29
1,923
2.
10
7,5
3,25
1,4
0,43
23,26
2,500
3.
11
7,7
3,35
1,6
0,4776
25,53
2,272
Perhitungan :
Diketahui bobot serbuk yang ditimbang untuk Uji Sifat Alir = 25,0 g
» Secara langsung = (1,923+2,500 +2,272 )/3 = 2,231 g/det
Kesimpulan : Sukar Mengalir             
» Secara Tidak Langsung
Perhitungan:
Rata- rata      =  19,29  +23,26  +25,53 °      = 22,69°
3
Kesimpulan : Sangat Baik
2.      Kompresibilitas
No.
Ketukan
Vo (mL)
Vn (mL)
%kp
1
10
41
37
2
50
41
35,5
3
100
41
35
4
500
41
34
                        Kesimpulan : Baik
B.     Evaluasi Tablet

1.      Keseragaman Bobot
No.
Berat tablet (g)
% Penyimpangan (%)
No.
Berat tablet (g)
% Penyimpangan (%)
1.
0,291
11.
0,2865
2.
0,290
12.
0,2887
3.
0,2907
13.
0,2863
4.
0,2853
14.
0,2954
5.
0,2943
15.
0,2927
6.
0,2942
16.
0,298
7.
0,2837
17.
0,2840
8.
0,2960
18.
0,2891
9.
0,2951
19.
0,2881
10.
0,2945
20.
0,2925

ü  x = 0,2908g
ü  SD= 4,252
ü  SDR= 1,462%
ü  % Penyimpangan =  x - x    x 100 %
                                x

-              Kolom A         » 7,5 % x Xrata2
= 7,5 % x  0,2908 g
= 0,2908 g  0,02181 g
= 0,26899 g    0,31261 g
                                    Kesimpulan: memenuhi syarat
-             Kolom B         »    15 %   x  Xrata-rata
=    15 %   x  0,2908 g
= 0,2908 g  0,04362 g
= 0,24718 g – 0,33442 g
Kesimpulan : memenuhi syarat

2.      Waktu Hancur
No
Waktu hancur
(menit)
1
1,9
2
2,18
3
4,30
4
5,18
5
5,38
6
6,30







3.      Kekerasan
Tablet
Kekerasan (kg/cm2)
Tablet
Kekerasan (kg/cm2)
1.
6
11.
5,5
2.
5
12.
8
3.
4
13.
6
4.
4
14.
4,5
5.
5,5
15.
4
6.
5
16.
6,5
7.
5,5
17.
4,5
8.
6
18.
5,5
9.
5
19.
5
10.
5
20.
5


-          Rata-rata kekerasan tablet ( x ) = 5,275 kg/cm2
-          SD = 0,9525
-          SDR =   SD  x 100 %
            Xrata2
         =   0,9525   x 100 %
               5,275
         =   18,0569
Kesimpulan : Memenuhi Syarat










4.      Keseragaman Ukuran
Tablet
Diameter (cm)
Tebal (cm)
Tablet
Diameter (cm)
Tebal (cm)
1.
0,9
0,3
11.
0,9
0,3
2.
0,9
0,3
12.
0,9
0,3
3.
0,9
0,3
13.
0,9
0,3
4.
0,9
0,3
14.
0,9
0,3
5.
0,9
0,3
15.
0,9
0,3
6.
0,9
0,3
16.
0,9
0,3
7.
0,9
0,3
17.
0,9
0,3
8.
0,9
0,3
18.
0,9
0,3
9.
0,9
0,3
19.
0,9
0,3
10.
0,9
0,3
20.
0,9
0,3

-          x diameter = 0,9 cm
-          x tebal = 0,3 cm
-          SD diameter = 0
-          SDR diameter =0    
-          SD tebal = 0
-          SDR tebal = 0
-          Syarat:
D = Tidak boleh lebih dari 3x tebal tablet = 3 x 0,3 = 0,9
Atau
D = Tidak boleh kurang dari 4/3 tebal tablet = 4/3 x 0,3 = 0,39
D = 0,39 – 0,9
Kesimpulan: Memenuhi Syarat



5.      Friabilitas
-          Wo = 6,4 g
-          W1  = 5,1 g
-          F     = Wo – W1  x 100 %
Wo
=  6,4 g – 5,1 g  x 100 %
5,1 g
=  0,254%

Kesimpulan : Tidak memenuhi syarat
     
IX.             PEMBAHASAN
1.      Pengisi atau pembawa (Filler/binder) dalam metode cetak langsung merupakan yang terpenting. Biasanya digunakan eksipien yang telah mengalami modifikasi kimia fisik selama proses pengerjaan untuk memperoleh sifat alir dan kompresibilitas yang baik. Syarat agar tablet dapat dicetak adalah memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang baik.
2.      Sifat alir yang kurang baik akan mempengaruhi karakteristik tablet, yaitu akan mempengaruhi bobot tablet yang nantinya akan berpengaruh pada keseragaman bobot. Karena sifat alir yang baik itu menunjukkan bahwa suatu serbuk tersebut ukurannya sesuai antara yang besar dan kecil.
3.      Pada saat dilakukan uji sifat alir serbuk, diperoleh hasilyaitu secara langsung diperoleh kecepatan alir rata-rata 2,231 g/detik dan dengan cara tidak langsung diperoleh rata-rata  = 22,69 , dimana hasil tersebut memenuhi syarat. Hal ini memeberi informasi mengenai kondisi kohesi yang terjadi, dapat diatasi dengan penambahan glidan contohnya talkum.
4.      Pada evaluasi waktu hancur digunakan media air dengan suhu 37  2  yaitu disesuaikan dengan suhu tubuh sehingga dapat diketahui waktu absorbsinya dalam tubuh. Cakram di sini berfungsi memberi tekanan pada tablet agar seakan-akan tablet mendapat gerak peristaltik dalam saluran pencernaan, seperti dalam tubuh manusia..
5.      Uji kekerasan dilakukan untuk mengetahui kekuatan tablet terhadap goncangan mekanik pada saat pengepakkan dan pendistribusian.
6.      Uji Friabilitas pada hal ini tidak memenuhi syarat sehingga apabila tingkat kerenyahan rendah, maka apabila dikemas dan mengalami proses transportasi dan distribusi, tablet mudah hancur membentuk serpihan.

X.                KESIMPULAN
1.      Uji Sifat Alir :
a.       Secara Langsung : 2,231 g/ detik ( Sukar mengalir)
b.      Secara Tidak Langsung : 22,69  ( Sangat baik)
Kesimpulan : memenuhi syarat
2.      Uji Kompresibilitas : 17,07 % ( baik )
Kesimpulan : memenuhi syarat
3.      Uji Keseragaman bobot:
a.       Kolom A : 0,26899 g    0,31261 g
b.      Kolom B : 0,24718 g – 0,33442 g
Kesimpulan : tidak memenuhi syarat
4.      Uji Waktu hancur :
No       Waktu hancur
(menit)
1          1,9
2          2,18
3          4,30
4          5,18
5          5,38
6          6,30
Kesimpulan : memenuhi syarat
5.      Uji Kekerasan tablet : 5,275 kg/cm2
Kesimpulan : memenuhi syarat







6.      Uji Keseragaman ukuran :
a.       Rata-rata diameter = 0,3cm
SD =0
SDR = 0%
b.      Rata-rata tebal = 0.9 cm
SD = 0
SDR = 0
Kesimpulan : memenuhi syarat
7.      Friabilitas : 0,254 %
Kesimpulan : tidak memenuhi syarat


XI.             DAFTAR PUSTAKA
1.      Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1979. Farmakope Indonesia, Edisi III, Jakarta.
2.      Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995. Farmakope Indonesia, Edisi IV, Jakarta.
3.      Ainley Wade, Paul J. Weller, 1994. Handbook of Pharmaceutical Excipient, 2nd Edition The Pharmaceutical Press, London.
4.      Lachman Leon, 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri, edisi III, Jilid 2, UI Press, Jakarta.
5.      Voight, 1994. Buku Pelajaran Farmasi, Gajah Mada Press, Yogyakarta.
6.      Anonim, 1982. Martindale Edisi XXVIII, The Pharmaceutical Press, London.
7.      Aulton, E.Michael, 1998. Pharmaceutics : Science of Dosage Form Design, Churchill Living Stone, London.
8.      Ansel Howard C., 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV, UI Press, Jakarta.