Friday, December 10, 2010

Catatan Kecil Yang Menyesatkan

Siapa sih yang nggak mau dapet nilai bagus waktu ujian? saya berharap demikian. Sebelum waktu ujian dan sebelum semuanya menjadi berantakan, saya benar-benar telah mempersiapkan segala bahan. ya tentunya bahan ujian. Ok ujiannya tepat tanggal 25 November 2010, dan tepatnya lagi Ujian Praktikum Teknologi Padat
(Ujian membuat sediian obat karena saya mahasiswi Farmasi). Ujiannya sih hanya proposal..hanya? ya hanya tapi butuh otak ekstra jenius buat merancang formula obat plus metode yang digunakan untuk membuat sediaan itu..susah to..karena bahannya banyak akhirnya saya 'nge-batik' di buku sumber. Anda tahu kenapa karena ujian praktikum adalah ujian yang benar-benar sangat mengerikan. Lebih baik nggak lulus teori daripada nggak lulus praktikum. Ribet banget urusannya kalo sampe nggak lulus - itu sih pendapat saya dan survey saya yang ngeliat temen juga ngerasa seperti itu-

Saya benar-benar merasa siap - perasaan saya yang benar-benar - dan saya nggak ngerasa grogi buat ngerjain ujian itu. Saya dan teman-teman masuk ke laboraturium tepat pukul 9.45.  Absen, dibagi lembar jawaban, dikasih pengarahan bla...bla...bla...bla...dan akhirnya menentukan hidup dan mati dengan memilih undi. Saya percaya kalo orang sukses tu 99% hard work dan 1%nya itu lucky. Saya sih belajarnya ya mungkin kalau dihitung 85% kali ya dan saya benar-benar mengharapkan lucky dan mukjizat. Nama saya dipanggil, saya melesat cepat ke depan, singgggg.... mata saya tertuju pada satu undian. Saya ambil undi itu, saya buka pelan-pelan, dan saya mendapat ovula-sediaan obat yang dimasukin ke rektal- wah  beruntung sekali kata saya. Saya benar-benar bersyukur dapat materi itu karena saya cukup menguasai materi itu walaupun hitungannya kadang-kadang saya lupa upsss.
Akhirnya saya mengerjakan step demi step dan sampai pada langkah perhitungan. Saya kan sudah bilang kalo saya suka lupa hitungan. Finally saya buka tuh 'batik-an' saya. Dan dengan PDnya saya tulis perhitungannya semua. Dan saya yakin 100% saya pasti lulus. Akhirnya selesai dan saya menunggu untuk ujian UAS yaitu membuat proposal itu menjadi kenyataan (membuat sediian obatnya).

Tepatnya 2 Desember 2010 pukul 9.45 saya masuk ke laboraturium yang sama dan meramu formula obat. Kembali lagi saya yakin kalau saya pasti berhasil. Step demi step saya lalui hingga akhirnya saya samapai pada pembuatan formula akhir. Saya sekali lagi benar yakin sediaan saya bagus, ketika saya membuka cetakan sediaan obat yang saya buat, sediaan saya langsung membelah... saya merasa dunia saya hancur, runtuh seketika, yang lebih masalah lagi, saya sama sekali belum menyiapkan sediaan untuk dikumpul ke dosen saya. Matilah saya, pikir saya. Saya langsung kalang kabut, melapor ke asisten dosen, dan akhirnya solusi terbaik adalah saya menyatukan kembali sediaan membuat sedian itu kembali beku di kulkas, lalu akhirnya saya keluarkan dan saya bentuk menggunakan tangan saya sendiri, benar-benar sediaan yang sangat buruk. MENYEBALKAN!!! tau kenapa? sediaan obat itu seperti coklat yang dikunyah trus dilepeh lagi trus dimasukin lagi ke dalam kulkas...benar-benar sialan. Saya benar-benar takut nggak lulus tapi teman-teman menghibur saya kaanya "nggak papa wid, nilai sediaan kecil kok" akhirnya PD saya bangkit lagi karena benar juga, saya merasa ujian proposal, saya merasa bisa masa gara-gara sediaan jelek nggak lulus sih?

Saya menunggu hasil dan akhirnya saya TIDAK LULUS, saya pulang ke kost dan menangis sejadi-jadinya ke pacar saya. Tepatnya tanggal 9 Desember 2010 saya ikut her, ujiannya hanya proposal tapi seperti yang saya bilang ujian proposal butuh tenaga ekstra dari otak untuk berpikir. Saya mendapat suppositoria (hampir sama kayak ovula, hitungan pun sama). Saya yakin kalau saya tidak lulus gara-gara sediian obat saya yang kaya coklat dilepeh itu tapi Ibu Dosen tercinta bilang kalau sebagian besar kesalahan karna hitungannya nggak bener. Saya benr-benar keras kepala, saya nggak yakin hitungan saya salah. Saya akhirnya kerjakan soal itu lalu sampai pada tahap perhitungan. Entah kenapa tiba-tiba saya merasa tidak ingin melihat 'batik-an' saya. Saya melihat batikan di buku teman saya yang lain, tapi saya akhirnya tetap membuka 'batik-an' saya. Sampai akhirnya pada step hitungan entah ke berapa saya merasa ada yang berbeda dengan langkah hitungan saya dan langkah hitungan teman saya. Saya masih nggak percaya, yang salah hitung itu siapa? akhirnya saya meminta 'batik-an' teman saya yang lain. Ternyata  'batik-an' mereka sama. Dan akhirnya saya tahu penyebab saya nggak lulus. 'batik-an' saya SALAH BESAR, kesalahan kecil yang membuat fatal semuanya, hingga saya harus membayar 100.000 rupiah untuk biaya ujian ulang. Benar-benar sial!!!! CATATAN KECIL YANG SANGAT MENYESATKAN!!!!!