Tuesday, July 27, 2010

Kisah Asrama Bagian 2

Itu adalah hari pertama bagi saya untuk masuk ke asrama. Saat itu kondisi saya kurang sehat, mama yang mengantar saya ke asrama. Saya membawa tas ransel yang sangat besar-tingginya melebihi pundak saya- ya memang itu tas ransel untuk kemping. Saya merasa berbeda sendiri, semua anak menggunakan seragam sedangkan saya tidak sama sekali. Saya bahkan tidak tahu bahwa saya harus menggunakan seragam saat itu. Karena saya masih dalam kondisi sakit, saya merasa badan saya lemah, akhirnya saya duduk di bangku depan UKS. Tiba-tiba ada seorang anak perempuan menghampiri saya.
"Hei...."
Dia menepuk pundak saya
"Eh.."
Saya hanya tersenyum padanya, saya pikir dia mengenal saya. Ternyata saya tidak mengenalnya. Sok kenal, itu yang saya pikirkan mungkin memang anak ini sangat PD.
"Nama kamu siapa?"
"Widya, nama kamu?"
"Arnika"
Itulah teman pertama saya di asrama, saya tidak menyangka bahwa sampai sekarang dia adalah teman terbaik saya (hahaha).
Saya akhirnya berjalan ke arah asrama, dibantu dengan kakak kelas disana. Kami semua berkumpul di aula untuk perkenalan. Lagi-lagi saya merasa berbeda karena pakaian saya. Saya masih ingat sekali waktu itu saya mengenakan kemeja berwarna merah. Kemudian setelah terima siswa dari wali murid ke pada pihak asrama, saya dan teman-teman diantar ke unit (tempat tidur). Unit saya adalah unit Angella. Saya merapikan semua barang dan tempat tidur. Setiap orang mendapatkan satu lemari dan satu kasur. Tempat tidur disana bertingkat. setiap tempat tidur dihuni 2 orang di bagian bawah dan di bagian atas. Saya mendapat bagian bawah. Saya berkenalan dengan Diana, dia adalah anaknya teman bude saya. Kesan pertama saya berkenalan dengan dia adalah DIA SANGAT JUTEK DAN BELAGU. Itu kesan pertama saya padanya.

Ya hari terus berlalu, banyak kegiatan yang kami lakukan selama MOS, kejadian yang paling saya tidak sangka adalah nama saya sama sekali tidak tercantum di kamar mandi cewe..ya saya anggap itu hal yang biasa mungkin saja mereka lupa untuk mencantumkan nama saya disana. Tapi ketika saya lihat di kamar mandi laki-laki (asrama yang benar-benar aneh, kamar mandi digunakan oleh laki-laki bila jam asrama dan digunakn untuk perempuan bila jam sekolah ckckck)saya benar-benar terkejut karena nama saya tertera di pintu kamar mandi tersebut...jelas..sangat jelas sekali SEBASTIANA WIDYA, mereka pikir saya benar-benar laki-laki- kejadian ini menimpa saya juga sampai sekarang saya duduk di bangku kuliah- itulah memori yang benar-benar saya ingat hingga sekarang.



No comments:

Post a Comment