I. Teori Dasar
Tablet Effervescent adalah tablet berbuih yang dibuat dengan cara kompresi granul yang mengandung garam effervescent atau bahan-bahan lain yang mampu melepaskan gas ketika bercampur dengan air. Buih yang keluar itu adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari reaksi antar asam organik dan garam turunan karbonat. Gas karbondioksida ini membantu mempercepat hancurnya tablet dan meningkatkan kelarutan zat aktif. Kandungan tablet effervescent merupakan campuran asam (asam sitrat,asam tartrat) dan natrium bikarbonat, yang jika dilarutkan dalam lingkungan berair akan bereaksi menghasilkan karbondioksida yang berasal dari peruaraian basa bikarbonat akibat penetralan oleh asam. Reaksinya cukup cepat dan biasanya selesai dalam waktu 1 menit atau kurang.
Keuntungan tablet effervescent sebagai bentuk obat adalah kemungkinan penyiapan larutan dalam waktu seketika, yang mengandung dosis obat yang tepat, rasa menyenangkan karena karbonasi membantu menutup rasa zat aktif yang tidak enak, mudah menggunakan karena tablet dilarutkan terlebih dahulu dalam air lalu diminum. Kerugian tablet effervescent adalah kesukaran untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia, selain itu kelembapan udara selama pembuatan produk mungkin sudah cukup untuk memulai reaktifitas effervescent. Tablet effervescent dibua dengan beberapa metode yaitu dengan cara granulasi basah, granulasi kering, dan dengan metode fluidisasi. Tablet effervescent membutuhkan kondisi kerja dan metode khusus dalam pembuatannya karena dalam tablet ini terdapat dua bahan yang tidak dapat tersatukan atau tidak boleh bereaksi selama proses pembuatan. Kondisi kerja yang dimaksud dalam hal ini adalah kelembaban harus relatif rendah dan suhu harus dingin untuk mencegah granul atau tablet melekat pada mesin karena pengaruh kelembaban dari udara. Kelembaban relatif maksimum 25% dengan suhu 250C dapat menghindari masalah dengan lembab atmosfir.
II. Data Preformulasi
1. Zat Aktif
· Vitamin C (FI edisi IV halamana:39, Martindale 28 halaman : 1653)
Nama Zat : Vitamin C (Asam Askorbat)
Nama lain : Acidum ascorbium,ceritamic acid,L.ascorbic acid
Rumus Molekul : C6H8O6
Rumus bangun :

Bobot molekul : 176,13
Pemerian : Serbuk/hablur putih/agak kuning,tidak berbau,rasa asam. Dalam keadaan kering mantap diudara, dalam larutan cepat teroksidasi.
Kelarutan : mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol 85%. Praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.
Stabilitas : Stabil pada udara kering, dalam larutan cepat teroksidasi.
Khasiat : Anti askorbat, meredakan beberapa gejala infeksi pernapasan, pengobatan sariawan, meningkatkan daya tahan tubuh.
OTT : Dengan garam ferri, zat-zat pengoksida dan logam berat, sebagian tembaga.
pH : 6-6,5
Dosis harian : 1 dd 50-100 mg
Dosis tinggi : 1000 mg
Penyimpanan : Dalam wadah non logam yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya.
2. Zat Tambahan
A.Sumber basa :
· Natrium bikarbonat (NaHCO3) (FI edisi IV halaman : 601:Handbook of Pharmaceutical Excipient halaman : 436)
Nama lain : Natrii subcarbonas
Rumus bangun :
Bobot molekul : 84,01
Pemerian : Serbuk hablur, putih, stabil diudara kering, tetap, dalam udara lembab perlahan-lahan terurai.
Kelarutan : Larut dalam air, tidak larut dalam etanol
Khasiat : Sumber basa (CO2)
Konsentrasi : Tablet effervescent 25-50%
OTT : Bereaksi dengan asam, garam asam, Dopamin HCl
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Stabilitas : Jika dipanaskan sekitar suhu 50˚C NaHCO3, mulai terurai menjadi CO2.Na2CO3 dan H2O.Jika dipanaskan pada suhu 250-300˚C dalam waktu singkat, NaHCO3 berubah menjadi NaHCO3 anhidrat.
B. Sumber asam :
· Asam sitrat (FI Edisi IV halaman:48 ; Handbook of pharmaceutical Excipient halaman: 123 ; FI Edisi III halaman : 645)
Rumus bangun :

Rumus Molekul : C6H7O7H2O
Pemerian : Bening, tidak berwarna, tidak berbau, rasa sangat tajam.
Kelarutan : Sangat mudah larut air, mudah larut dalam etanol
Stabilitas : Pemanasan diatas suhu 140˚C menyebabkan kehilangan air kristal.
Khasiat : Sumber asam
OTT : Dengan asetat dan glacial
pH : 2,2
Titik Lebur : 100˚C
Konsentrasi : 20% (Ansel halaman : 215)
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
· Asam Tartrat (Handbook of Excipient Ed.6 hal 731)
Rumus Bangun :

Rumus Molekul : C4H6O6
BM : 150,09
Pemerian : Hablur, tidak berwarna/bening, warna putih, tidak berbau,rasa asam.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, mudah larut dalam etanol.
Stabilitas : material terbesar stabil dan harus disimpan dalam wadah tertutup baik, di tempat kering.
Khasiat : Sumber asam
OTT : Perak dan pereaksi logam karbonat dan logam bikarbonat
C. Bahan Pengikat:
· PVP ((Handbook of Excipient hal 581 Ed.6)
Pemerian : Serbuk putih kekuningan, sedikit bau.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam asam, air dan etanol
Khasiat : Pengikat tablet
Rumus Molekul : (C6H9NO)n
Bobot Molekul : 2500-3000.000
Konsentrasi : 0,5%-5%
OTT : Sulfatiazole, Na.salisilat, asam salisilat,Phenobarbital
Stabilitas : Stabil pada pemanasan 40˚-130˚C
pH : 3,0-7,0 dalam larutan
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat dalam keadaan sejuk.
D. Bahan Lubrikan:
· PEG 6000 (Carbowax)( Handbook of Pharmaceutical Excipient halaman: 355)
Rumus Molekul : HOCH2 ( CH2OCH2)11CH2CH
Bobot Molekul : 6000
Pemerian : Praktis tidak berwarna sampai putih, rasa manis, bau tajam.
Kelarutan : Dalama bentuk hidrat, mudah larut dalm air, sangat mudah larut dalam air mendidih.Larut dalam etanol, methanol dan aseton.
Khasiat : Lubrikan tablet
Konsentrasi : 1-5%
OTT : penisilin, fenol,asam salisilat
Stabilitas : Stabil dalam air dan larutan yang memiliki BM<8000. Higroskopis,tidak mendukung pertumbuhan bakteri.
TL : 55˚C-63˚C
Penyimpanan : Wadah tertutup baik
E. Bahan Glidan :
· Aerosil (Handbook of pharmaceutical Excipient halaman:424)
Nama lain : Colbidal silica,silica dioksida fumed
Rumus Molekul : SiO2
Bobot Molekul : 60,08
Pemerian : Serbuk hablur putih, mengkilat, tidak berasa, tidak berbau, higroskopis.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam pelarut organik,air dan asam (kecuali asam hidrofluorik), larut dalam alkali hidroksida.
Khasiat : Glidan
Konsentrasi : 0,1-0,5%
OTT : Dietil stilbesterol
Penyimpanan : Wadah tertutup baik
pH : 3,5-4,4
F. Bahan Pengisi :
· Laktosa(C12H22011)( FI edisi IV halaman:489; Handbook of Pharmaceutical Excipient halaman:252)
Bobot Molekul : 342,30
Pemerian : Serbuk atau massa hablur, keras, putih, putih krem,tidakberbau dan rasa sedikit manis, stabil diudara tetapi mudah menyerap bau.
Kelarutan : Mudah dan pelan-pelan larut dalam air dan lebih mudah larut dalam air mendidih. Sangat sukar larut dalam etanol, tidak larut dalam kloroform.
Khasiat : Sebagai pengisi
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik yang kering dan sejuk.
III. Formula
As.Tartat q.s 98,5%
As.Sitrat q.s
PVP 4%
Laktosa q.s
Aerosil
IV. Perhitungan dan Penimbangan
1. Perhitungan
Dibuat 50 tablet @ 2,5 gram
Bobot seluruhnya : 2,5 g x 50 = 125 g
Vit.C : 250 mg x 50 = 12,5 g
NaHCO3 : 20% x 125 g = 25 g
PVP : 4 % x 125 g = 5 g
Besar bagian asam (asam tartat dan asam sitrat) dihitung terhadap konsentrasi bagian basa (NaHCO3)
Maka jumlah asam tartat yang dibutuhkan untuk menetralisir NaHCO3
Terhadap asam sitrat
Maka jumlah asam sitrat yang dibutuhkan untuk menetralisir NaHCO3
2. Penimbangan
Bobot seluruh tablet : 125 g
Vitamin C : 12,5 g
Na.bikarbonat : 25 g
As.Tartat : 11,159 g
As.Sitrat : 10,42 g
PVP : 5 g
Komponen granulat : 100% - (1% + 0,5%) = 98,5%
Bobot granulat : 98,5% x 125 g = 123,125 g
Laktosa : 123,125g – (12,5g+12,5g+25g+11,159g+10,42g +5g)
: 59,055 g
· Setelah pengeringan diperoleh granul : 109,4 g
Komponen granulat teoritis : 123,125 g (untuk 50 tablet)
Dalam praktek diperoleh tablet : 
: 45 tablet
· Komponen Luar
PEG 6000 = 1/98,5 x 123,125 g = 1,25 g
Aerosil = 0,5/98,5 x 123,125 = 0,625 g
V. Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan, timbang masing-masing bahan dan haluskan bahan kasar.
2. Granulasi sumber asam :
Campurkan asam sitrat dan asam tartrat dalam baskom,tambahkan sebagian PVP dan sebagian laktosa,ad homogen. Setelah homogen tambahkan etanol 96% sedikit-demi sedikit sampai terbentuk massa yang kompak ( massa I ).Ayak massa granul dengan pengayak dengan mesh 12. Keringkan dalam oven suhu 40˚C minimal 1 jam / sampai kering, lalu ayak dengan pengayak No.14
3. Granulasi sumber basa :
Gerus Na.Bikarbonat, tambahkan sisa PVP dan laktosa dalam baskom lain ad. Homogen .Tambahkan etanol 96% sedikit-demi sedikit ad.terbentuk massa yang kompak (Basa I).Ayak massa granul dengan pengayak mesh No.12,keringkan dalam oven suhu 40˚C minimal 1 jam sampai kering. Lalu ayak lagi dengan pengayak N0.14.
4. Lakukan evaluasi untuk granul basa ( sifat alir, kadar lembab kompresibilitas )
5. Tambahkan / campurkan Vitamin C pada granul bagian asam I ad.homogen ( Bagian Asam II).
6. Campur bagian basa dengan bagian asam II ad.homogen. Kemudian tambahkan PEG dan aerosol lalu kocok dalam plastic.
7. Timbang serbuk masing-masing 2,5 g gram masukkan dalam plastik tutup rapat,bebaskan dari udara.
8. Cetak setiap serbuk dengan mesin cetak. Lakukan uji evaluasi tablet.
9. Masukkan tablet effervescent yang telah di bungkus alumunium foil ke dalam wadah.
VI. Evaluasi
1. Granul
a. Kadar Lembab
Timbang seksama 5 g granul di dalam cawan petri, panaskan dalam oven ad bobot konstan suhu 40-60⁰C, lalu timbang kembali granul yang telah dikeringkan dan hitung % lembab sebagai berikut :
Wo – Wi x 100%
Wo
Wo = bobot granul awal
Wi = bobot granul setelah pengeringan
Syarat : 0,1 – 0,5 %
b. Sifat Alir
1) Secara Langsung (Aulton hal 612)
Timbang 25 g granul tempatkan pada corong alat uji waktu alir dalam keadaan tertutup ,buka penutupannya biarkan granul mengalir ,catat waktu dengan menggunakan stopwatch.
Satuan waktu alir : g/detik
Syarat : 100 g/serbuk
10 detik
| Kecepatan mengalir (g/sec) | Aliran |
| >10 | Bebas mengalir |
| 4-10 | Mudah mengalir |
| 1,6-4 | Sukar mengalir |
| <1,6 | Sangat sukar mengalir |
2) Secara Tidak Langsung (Lachman hal 142)
Pada cara pertama, granul ditampung pada kertas grafik millimeter, catat tinggi (h) ,jari-jari (r) dan diameter (d), unggulan granul, hitung sudut istirahat (α) menggunakan persamaan berikut :
α = inv. Tg α
Persyaratan : α = 20-400C (Aulton hal 240)
| Α | Aliran |
| <250 | Sangat baik |
| 250-300 | Baik |
| 300-400 | Cukup |
| >400 | Kurang |
c. Kompresibilitas
Timbang 25 g granul , masukkan ke dalam gelas ukur dari alat Joulting Volumeter. Catat volume awal. Hidupkan motor, hitung hingga 10 ketukan, catat volumenya, lakukan selanjutnya pada 50,100, dan 500 ketukan. Hitung kompresibilitas sebagai berikut:
Kp = Vo – Vn x 100%
Vo
Kp = persen pemampatan
Vo = Volume awal (ml)
Vn = Volume pada tiap jumlah ketukan (ml)
Persyaratan :
| Kompresibilitas (%) | Sifat Alir |
| 5-15 | Baik sekali |
| 12-16 | Baik |
| 18-21 | Cukup baik |
| 23-35 | Buruk |
| 35-38 | Buruk Sekali |
| >40 | Amat buruk sekali |
2. Tablet
a. Keseragaman Bobot (FI III hal 7)
Tablet tidak bersalut harus memenuhi keseragaman bobot yang ditetapkan sebagai berikut :
- Timbang 20 tablet, hitung bobot rata-rata tiap tablet. Jika ditimbang satu per satu tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan kolom A, dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari harga yang ditetapkan kolom B.
- Jika tidak mencukupi 20 tablet, dapat digunakan 10 tablet ; tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom A dan tidak satu tabletpun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolam B.
| Bobot Rata-rata | Penyimpangan bobot rata-rata | |
| A | B | |
| ≤25 mg | 15% | 30% |
| 26-150 mg | 10% | 20% |
| 151-300 mg | 7,5% | 15% |
| >300 mg | 5% | 10% |
b. Kecepatan Melarut
Masukkan 1 tablet ke dalam beaker glass yang berisi 200 ml air, kemudian catat waktu larut seluruhnya, lakukan sebanyak 3 kali, kemudian hasilnya dirata-rata, pengukuran dilakukan menggunakan stopwatch.
Persyaratan : 1 tablet effervescent harus larut sempurna dalam waktu 1-2 menit.
VII. Tabulasi Data
1. Granul
· Kadar Lembab
- Granul Basa
Bobot cawan petri = 38,10 g
Bobot granul = 5 g
Wo = 43,10 g
Wi = 43,04 g
% Kelembaban = Wo – Wi x 100%
Wo
= 43,10 g – 43,04 g x 100%
43,10 g
= 0,14%
· Uji Sifat Alir
| No. | W (gram) | Waktu (detik) | g/det |
| 1 | 25 | 3,57 | 7,12 |
| 2 | 25 | 3,86 | 6,47 |
| 3 | 25 | 3,88 | 6,44 |
- Secara langsung (Basa)
Xrata-rata = 7,12 + 6,47 + 6,44 = 6,67 g/det (Easy Flowing)
3
| No | d(cm) | h(cm) | Tan α | α |
| 1 | 14,3 | 1,8 | 0,25 | 14,040 |
| 2 | 14 | 1,8 | 0,26 | 14,570 |
| 3 | 14,2 | 1,8 | 0,25 | 14,040 |
- Secara Tidak Langsung (Basa)
Xrata-rata = (14,04+14,57+14,04)/3 = 14,2160(sangat baik)
· Kompresibilitas (Basa)
| No | Ketukan | Vo (ml) | Vn (ml) | Kp |
| 1 | 10 | 46,5 | 40,25 | Kp = 46,5 – 40,25 x 100% = 13,4% 46,5 |
| 2 | 50 | 46,5 | 38 | Kp = 46,5 – 38 x 100% = 18,27% 46,5 |
| 3 | 100 | 46,5 | 37,25 | Kp = 46,5 - 37,25 x 100% = 19,89% 46,5 |
| 4 | 500 | 46,5 | 35,5 | Kp = 46,5 – 35,5 x 100% = 23,65% 46,5 |
2. Tablet
a. Keseragaman Bobot
| No | Bobot Tablet (g) | % Penyimpangan | No | Bobot Tablet (g) | % Penyimpangan |
| 1 | 2,453 | 1,25 | 11 | 2,395 | 1,14 |
| 2 | 2,423 | 0,012 | 12 | 2,385 | 1,55 |
| 3 | 2,425 | 0,094 | 13 | 2,445 | 0,92 |
| 4 | 2,440 | 0,71 | 14 | 2,435 | 0,50 |
| 5 | 2,435 | 0,50 | 15 | 2,385 | 1,55 |
| 6 | 2,445 | 0,92 | 16 | 2,425 | 0,09 |
| 7 | 2,450 | 1,13 | 17 | 2,425 | 0,09 |
| 8 | 2,422 | 0,03 | 18 | 2,435 | 0,50 |
| 9 | 2,426 | 0,14 | 19 | 2,380 | 1,76 |
| 10 | 2,435 | 0,50 | 20 | 2,390 | 1,34 |
Bobot Total 20 tablet = 48,454 g
Bobot Xrata-rata = 2,4227 g
SD = 0,023
SDR = SD x 100% = 1,025 %
Xrata-rata
Kolom A = Xrata-rata x 5%
= 2,4227 g x 5%
= 0,1211 g
Range = Xrata-rata
0,1211 g
= 2,3016 g – 2,5438 g (memenuhi syarat)
Kolom B = Xrata-rata x 10%
= 2,4227 g x 10%
= 0,24227 g
Range = Xrata-rata
0,24227 g
= 2,1804 g – 2,6649 g (memenuhi syarat)
b. Kecepatan Melarut
| No | Waktu Melarut (detik) |
| 1 | 42,06 |
| 2 | 56,30 |
| 3 | 39,50 |
Kecepatan melarut rata-rata = 42,06 + 56,30 + 39,50 = 49,95 detik
3
VIII. Pembahasan
- Dalam pembuatan tablet effervescent dilakukan uji kadar lembab karena kelembaban mempengaruhi stabilitas dari bentuk sediaan ini terutama stabilitasnya secara kimia. Karena dengan adanya kelembapan udara yang tinggi selama pembuatan produk mengakibatkan sudah terbentuknya reaktivitas effervescent. Selama reaksi berlangsung, air yang dibebaskan dari bikarbonat menyebabkan autokatalisis dari reaksi. Maka dilakukan uji kadar lembab, dalam percobaan ini didapatkan kadar lembab yaitu 0,14%. Hal ini sesuai dengan syarat bahwa dalam pembuatan tablet effervescent kadar yang sesuai antara 0,1-0,5%.
- Pada saat dilakukan uji sifat alir serbuk, diperoleh hasil yaitu secara langsung kecepatan alir rata-rata pada granul basa adalah 6,67 g/detik dimana hasilnya memenuhi syarat yaitu mudah mengalir. Sedangkan secara tidak langsung diperoleh rata-rata α pada granul basa adalah 14,2160 dimana hasilnya juga memenuhi syarat yaitu sifat alirnya sangat baik. Hal ini dilakukan untuk melihat kondisi kohesi yang terjadi pada serbuk yang mungkin terjadi sehingga untuk mengatasinya ditambahkan aerosil sebagai glidan untuk memperbaiki sifat alir.
- Dalam percobaan ini yang dilakukan uji hanya granul basa karena granul asam besifat higroskopis sehingga untuk menghindarinya, granul asam tidak dilakukan uji karena bila tetap dilakukan kemungkinan akan mempengaruhi hasil sediaan.
- Dalam percobaan ini dilakukan uji kompresibilitas. Hal tersebut dilakukan untuk melihat apakah serbuk tersebut memiliki kemampuan untuk membentuk massa yang kompak bila di beri tekanan. Hasil yang dilihat adalah ketika sudah 500 ketukan dan dalam praktikum ini didapatkan hasil dari 500 ketukan adalah 23,65% artinya bahwa kompresibilitas serbuk ini buruk. Hal tersebut akan mempengaruhi serbuk saat dicetak karena syarat serbuk dapat dicetak baik adalah sifat alir dan kompresibilitasnya baik. Kompresibilitas dapat diperbaiki dengan membuat serbuk ini menjadi granul. Kompresibilitasnya jelek mungkin disebabkan serbuk tersebut belum membentuk granul seluruhnya. Oleh karena itu kita harus memastikan srbuk itu sudah menjadi granul seluruhnya.
- Keseragaman bobot dipengaruhi oleh sifat alir dan kompresibilitas. Pada hasil keseragaman bobot didapatkan bahwa pada kolom A dan kolom B didapatkan hasil yang memenuhi syarat. Artinya bahwa bobotnya seragam.
- Pada uji kecepatan melarut didapatkan hasil yang baik yaitu 49,95 detik karena menurut literatur effervescent melarut dalam air kurang dari 1 menit.
- Proses pencampuran fase asam dan fase basa dilakukan pada tahap akhir, hal itu dilakukan untuk mencegah reaksi asam dan basa sejak awal.
IX. Kesimpulan
1. Evaluasi Granul
a. Kadar lembab (granul basa) = 0,14% (memenuhi persyaratan)
b. Sifat Alir (granul basa)
· Langsung = 6,67 g/detik (easy flowing)
· Tidak langsung = 14,2160(sangat baik)
c. Kompresibilitas (granulasi basa) = 23,65% (buruk)
2. Evaluasi Tablet
a. Keseragaman bobot
· Bobot rata-rata = 2,4227 g
· % penyimpangan terhadap bobot rata-rata :
- Kolom A = 2,3016 g – 2,5438 g (memenuhi syarat)
- Kolom B = 2,1804 g – 2,6649 g (memenuhi syarat)
b. Kecepatan melarut
Kecepatan melarut rata-rata = 49,95 detik (memenuhi persyaratan)
X. Daftar Pustaka
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Indonesia Edisi III.1979. Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Indonesia Edisi VI.1995. Jakarta.
Lachman, Leon, Hebert A.Lieberman,Josepeh L.Kanig. Teori dan Praktek Farmasi Industri Jilid 2. Ed.2. 2008. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Martindale. The Complete Drug Reference. Ed.28
Rowe,Raymond C,Paul J Sheskey,Marian E Quinn.Handbook of Excipient Ed.6. 2009. London: Pharmaceutical Press.
Ansel, Howard C. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV.2005.Jakarta : Universiatas Indonesia Press.
Aulton.Michael Pharmaceutics:The Science of Dosage Form Design.1988.
No comments:
Post a Comment