Aku bukanlah orang yang pandai menulis dan aku orang yang malas sekali membaca kecuali ada hal-hal menarik untuk kubaca. Aku menulis ini karena aku hanya ingin seperti kisah sebelumnya.
Setelah hari itu, aku memiliki kakak angkat namanya Siska dan Anna. Mereka sebenarnya adalah kakak kelasku tapi mereka mengangkatku sebagai adik angkatnya. Aku bertanya mengapa mereka mengangkat aku? karena aku lucu pastinya hahaha. Kakakku Siska punya pacar, namanya Randy, anak unit Asisi. Tiba-tiba ketika jam gerbang cinta, jam 7 malam tepatnya, aku dipanggil ke gerbang oleh kakakku. Aku sebenarnya agak ragu kesana soalnya aku nggak begitu suka dengan suasananya, banyak orang pacaran disana tepatnya. Gerbang itulah yang menghubungkan asrama putra dan putri, dan hanya jam 7 saja gerbang dibuka dan para pria bisa menemui wanitanya. Aku diperkenalkan dengan pacarnya yang bernama Randy itu, dan kesan pertamaku adalah 'bau rokok banget sih ne cowo', dan tiba-tiba Randy mengenalkan aku dengan temannya yang katanya ingin berkenalan dengan aku yaitu cap10 (baca kapten, nama sebenarnya hanggara). Aku benar-benar tidak menduga itu adalah dia. Kakak yang sempat rasani-kata orang jawa-waktu perkenalan kemarin. Aku benar-benar tidak menduganya. Dia mengajakku berbicara di gerbang itu, aku benar-benar tidak merasa nyaman untuk pertama kalinya di gerbang itu. Dia bertanya aku darimana, sekolah dimana, sampai aku dan dia akhirnya kehabisan kata-kata dan aku hanya diam saja. Aku tidak bertanya apapun padanya, aku hanya diam bila tidak ditanya. Rasanya aku benar-benar ingin meninggalkan tempat itu.
Akhirnyapun aku mempunyai suatu alasan untuk pergi darisana..akhirnya..
Hampir setiap jam gerbang aku dipanggil olehnya, dan pertanyaannya selalu itu dan itu dan akhirnya aku merasa bosan. Suatu saat dia bertanya 'Kok lu diem aja sih?' dan akupun menjawab 'Abisnya lu nanya mulu dimana rumah gw? dan bla bla bla bla' dan kukatakan aku tidak mau menemuinya lagi di gerbang, jangan disana lebih baik melalui surat saja, aku juga memberi banyak alasan kalau aku ingin mengerjakan peer fisika yang banyak dan lain sebagainya. Karena aku saat itu tidak menyukainya sama sekali.
Setelah hari itu, aku memiliki kakak angkat namanya Siska dan Anna. Mereka sebenarnya adalah kakak kelasku tapi mereka mengangkatku sebagai adik angkatnya. Aku bertanya mengapa mereka mengangkat aku? karena aku lucu pastinya hahaha. Kakakku Siska punya pacar, namanya Randy, anak unit Asisi. Tiba-tiba ketika jam gerbang cinta, jam 7 malam tepatnya, aku dipanggil ke gerbang oleh kakakku. Aku sebenarnya agak ragu kesana soalnya aku nggak begitu suka dengan suasananya, banyak orang pacaran disana tepatnya. Gerbang itulah yang menghubungkan asrama putra dan putri, dan hanya jam 7 saja gerbang dibuka dan para pria bisa menemui wanitanya. Aku diperkenalkan dengan pacarnya yang bernama Randy itu, dan kesan pertamaku adalah 'bau rokok banget sih ne cowo', dan tiba-tiba Randy mengenalkan aku dengan temannya yang katanya ingin berkenalan dengan aku yaitu cap10 (baca kapten, nama sebenarnya hanggara). Aku benar-benar tidak menduga itu adalah dia. Kakak yang sempat rasani-kata orang jawa-waktu perkenalan kemarin. Aku benar-benar tidak menduganya. Dia mengajakku berbicara di gerbang itu, aku benar-benar tidak merasa nyaman untuk pertama kalinya di gerbang itu. Dia bertanya aku darimana, sekolah dimana, sampai aku dan dia akhirnya kehabisan kata-kata dan aku hanya diam saja. Aku tidak bertanya apapun padanya, aku hanya diam bila tidak ditanya. Rasanya aku benar-benar ingin meninggalkan tempat itu.
Akhirnyapun aku mempunyai suatu alasan untuk pergi darisana..akhirnya..
Hampir setiap jam gerbang aku dipanggil olehnya, dan pertanyaannya selalu itu dan itu dan akhirnya aku merasa bosan. Suatu saat dia bertanya 'Kok lu diem aja sih?' dan akupun menjawab 'Abisnya lu nanya mulu dimana rumah gw? dan bla bla bla bla' dan kukatakan aku tidak mau menemuinya lagi di gerbang, jangan disana lebih baik melalui surat saja, aku juga memberi banyak alasan kalau aku ingin mengerjakan peer fisika yang banyak dan lain sebagainya. Karena aku saat itu tidak menyukainya sama sekali.
No comments:
Post a Comment