Friday, March 4, 2011

Scared Dream

Aku tidur tepat jam 9 malam. Aku sangat capek hari kemarin karena kuliah yang begitu padat. Akhirnya pun aku bermimpi lagi. Aku berada di suatu wilayah yang sangat indah menurutku. Itu sebenarnya adalah sebuah rumah berhektar-hektar dengan halaman yang luas, aku tidak menduga sebelumnya, kalau ke rumah ini harus melalui perahu kecil. Dengan begitu aku bisa melihat keindahan alam yang lagi-lagi di sekitar rumah itu. Akhitnya aku tiba dan rumah itu sangat besar dan di depan rumah itu terhampar lautan dengan terumbu karangnya yang indah. Entahlah apa yang kulakukan di tempat itu. Aku naik ke lantai di atasnya, aku melihat keindahan laut itu dari balkon atas. Kulihat di sekitar atas itu terdapat salib. Aku tahu aku berada di rumah orang katolik, karena salibnya terdapat Tuhan Yesus. Aku berjalan, di depanku ada ruang doa. Di atasnya tertulis tulisan Arab dan dibawahnya tulisan dengan bahasa Indonesia Doa setiap pukul 6 sore.

Tiba-tiba aku sudah di meja makan bersama anak tuan rumah yang berjumlah tiga lelaki semua, anak pertama mereka cacat, dia buta, yang lain berumur sekitar 8 tahun, kurasa mereka kembar. Dan ternyata aku tidak sendiri disana, aku bersama teman-temanku Devi, Tyas, Nika, Tita, Vero, dan satu lagi teman smp ku yang aku sangat lupa namanya. Setelah kami makan bersama tiba-tiba anak tuan rumah yang pertama mengajak kami doa sore yang ternyata di ruang tadi. Dan akhirnya kami semua masuk. Disana cukup luas, dengan satu ruang lain yang aku tidak tahu apa itu. Aku mencoba memimpin doa malaikat Tuhan tapi  2 teman-temanku masih saja bercanda. Kami sudah mulai tapi mereka tetap bercanda, Akhirnya anak tuan rumah yang pertama itu marah, dan mengajak kami entah kenapa tiba-tiba sudah sampai di sebuah halaman, disana ada patung Bunda Maria. Kami mendekatinya, di sampingnya ternyata ada sebuah makam yang berupa gundukan tanah. Bulu kudukku langsung berdiri, karena di depan makam itu terdapat salib dengan wanita yang menggantung disana. Aku ebnar-benar takut saat itu. Anak itu akhirnya mengajak kita berdoa disana dan dia yang memimpin. Saat aku berdoa, aku mendengar ada keriuhan mendekati kita. Aku membuka mata sedikit, mereka tidak suka kami berdoa, kami akan dibunuh katanya.

Tiba-tiba aku tidak disana, aku ternyata sekarang berada di ruang doa yang lain tadi. Aku masuk dan disana mama dari anak tersebut mengajak kami berdoa. Setelah berdoa, tiba-tiba dia mamberikan selebaran entah apa itu. Selebaran tentang doa, lalu tiba-tiba dia bertanya
" Anda tahu nggak orang yang di sebutkan di belakang buku ini, dia punya dua anak. Ada yang tahu?"
Kami menggeleng. Tiba-tiba dia mengajak kami berdoa lagi dan temanku SMP tadi bergetar, sebenarnya akupun juga tidak kuat rasanya disana, seperti ada sesuatu dalam diriku tapi aku tetap mengukuhkan diri untuk berdoa. Teman SMP ku tiba-tiba menangis dan aku semakin takut saja dan badanku rasanya tidak kuat lagi. Aku takut sekali. Dan mama tadi tetap berdoa. Aku semakin kuat berdoa. Dan ketika doa selesai, tiba-tiba temanku yang tadi bergetar mengucapkan terima kasih dengan aksen yang aneh, katanya kita telah membebaskannya. Aku semakin merinding.

Aku dibawa lagi ke ruang lain, teman SMP ku itu juga ikut, raut mukanya masih aneh dan dia melihatku begitu tajam. Aku sangat takut sekali. Kugandeng teman sebelahku kuat-kuat. Tiba-tiba mama mengatakan bahwa buku doa yang tadi diberikan jangan sampai diketahui orang lain. Aku semakin curiga. Tapi aku menepiskan itu. Di ruang aku dibawa, kami akan berdoa lagi, ruang itu penuh lilin ada salib dan bunda maria juga bunga disana. Di belakang itu terdapat jendela tembus pandang, kulihat jalan raya, banyak mobil lalu lalang. Aku yakin orang dapat melihat kegiatan kita. Tiba-tiba aku keluar, saat itu sedah malam, aku ingin menghirup udara segar karena keadaan aneh hari ini.

Saat aku diluar, aku lihat ada umat yang sedang memperbaiki mobilnya, yang satu di depan memperbaiki mesin mobil dan yang satu di belakang. Dari arah lain kulihat anak laki-laki agak gemuk berumur sekitar 9 tahun dengan barbaju kuning tiba-tiba menghampiri mobil itu dan mendorongnya dengan sekali dorongan. Aku kaget, dia akan membunuh orang yang di depan mobil itu karena di depan mobil ada sebuah tembok. Ternyata orang yang di depan mobil itu sedah tahu, dan dia dapat menahan mobil itu. Anak itu tertawa terbahak-bahak. Kemudian orang yang tadi berada  di depan mobil kembali mendorong mobil sehingga anak itu terjatuh. Aku terkejut sekali, banyak mobil berhenti dan menyaksikan itu, bahkan banyak yang mencaci orang itu karena telah menabraknya. Tapi anak itu kemudian bangkit, mengambil pipa besi dan memukul seorang wanita berkerudung yang berada di dalam mobil. kemudian satpam mencoba menahan anak itu. Sirine polisipun kudengar di kejauhan

No comments:

Post a Comment