Friday, March 4, 2011

Secret Agent

Ini seperti sebuah Inception bagi hidupku, mengapa aku ada di dunia ini dan dapat melakukan hal itu. Aku tidak mengenal siapa diriku dan orang yang menjadi partnerku ketika itu. Tugasku hanya menembus waktu melalui sebuah cermin dimana semua arsiteknya ditentukan oleh seorang pemimpin yang aku tidak tahu siapakah dia. Ini adalah pekerjaan pertamaku, aku datang di sebuah tempat seorang perwira tinggi, lagi-lagi aku tidak megerti siapa dia, yang kutahu dia sangat hebat. Partnerku adalah seorang yang sangat jeli dan sangat hati-hati, aku belum tahu siapa dia, ya aku hanya menjalankan tugas seperti disihir rasanya. Aku menembus waktu bersamanya, tugasku benar-benar jahat, aku harus mengambil semua kekayaan perwira itu, aku berpikir apakah aku benar-benar seorang penjahat? mengapa aku harus melalui waktu yang begitu membingungkan aku.

Partnerku sebut saja Thrust- itu nama agen yang diberikan kepadanya- dan aku adalah Lady. Aku dan dia entah dibawah perintah agen mana aku tidak tahu. Nama belakang kami sama Thypoid dan kami pun punya kode nama. Lagi-lagi hal ini membingungkan aku. Akhirnya kami mencoba masuk ke dalam rumah perwira itu, rumahnya sangat kecil mungin sekitar tipe 27. Aku selalu dibelakang, mengikuti Thrust, melewati ruang tamu, dan kutemukan perwira kaget dengan kehadiran kami. Akhirnya aksi tembakan pun dimulai. Aku benar-benar takut, aku belum pernah menggunakan senjata. Aku hanya bisa melindungi diri dan tidak menembak, bersembunyi di dapur, Tiba-tiba adu tembak pun selesai, Thrust lah yang memenangkan semuanya. Aku takut sekali melihatnya. Mungkin Thrust tahu apa yang kurasakan.
"Ini bukan senjata asli, ini hanya senjata pembius, durasi waktu hanya 1 menit. Kita harus bertindak cepat"
Aku kemudian mengambil tas dan memasukkan semua uang itu ke dalamnya. 1 tas penuh kami bawa.

Aku dan Thrust pergi melalui waktu kembali melalui cermin, Thrust ingin kita mengendarai motor perwira untuk masuk ke dalam cermin itu. Thrust memasukkan kunci motor itu, membuka kemudian menstarternya tapi motor tidak nyala sama sekali. Aku sangat khawatir sekali saat itu. Bagaimana jika kita ketahuan. Akhirnya Thrust mencoba sekali lagi dan tetap tidak menyala. Kami mencoba motor yang lain - perwira itu punya 2 motor- dan hasilnya nihil, padahal cermin sudah berada di sebelah kanan kami.
" Kita salah keluar jalan, kita harus melewati pintu belakang dari rumah ini, kalau tidak kita tidak pulang"
Thrust mengatakan itu membuatku khawatir. Karena aku harus kembali masuk ke rumah itu dan kembali keluar lewat pintu belakang itulah satu-satunya cara agar cermin terbuka. Oh tidak.

Tiba-tiba Thrust mendengar suara, istri dan anak perwira yang umurnya sekitar 6 tahun sedang berada di meja kamar, beruntung Thrust meletakkan  perwira di sebuah kamar. Thrust turun dan mengintip melalui celah, tentu saja aku mengikutinya. Thrust memberi kode padaku. Ya, waktu kami sudah habis. Dan perwira itu keluar dari kamarnya dengan menguap, sepertinya itu efek dari tembakan Thrust. Mataku masih tertuju pada istri dan anaknya, aku berpikir apakah aku harus masuk melalui pintu belakang dan menyekap mereka? Aku mau pulang, itu saja yang kupikirkan.

Akhirnya kuberanikan masuk, kutodongkan pistol ke arah istri dan anaknya, aku hanya menakuti , tidak ada keberanian untuk menembak. Mereka berteriak, dan perwira itu dengan cepatnya menghampiri mereka dan menodongkan pistol kembali ke arahku. Tidak, aku benar-benar ingin pergi secepatnya. Aku tidak mau mati disini. Tiba-tiba kumerasakan tarikan kuat dari belakang, itu Thrust, tangan Thrust menarikku kuat sekali hingga aku terbangun dan aku tidak tahu kejadian selanjutnya.

No comments:

Post a Comment