Setiap kali gue responsi di kelas bersama dosen itu, gue selalu merasa menjadi gue nggak ada apa-apanya dan gue bukan apa-apa dan gue tidak tahu apa apa dan dan dan.. Cukup!! Akhirnya gue membuat kuesioner lisan kepada temen-temen gue.
" Lu ngerasa gak kok kita nggak tau apa-apa ya. Kadang-kadang kita udah yakin tapi.."
"Iya bener" kata temen gue langsung menyahut
"Gue jadi merasa bodoh neh di depan dia (maksudnya dosen itu)."
" Yah mau gimana lagi dia kan dosen kita kan cuma mahasiswa" kata temen gue yang lain pasrah.
Yah begitulah mahasiswa pasrah saja dibodoh-bodohin dosen, pasrah aja dan menganggap emang omongan dosen itu ada benernya.
Tapi gue meyakinkan mereka dengan kalimat ini
" Ya iyalah dia bisa kita gak bisa, mereka udah tua banyak makan asam garem, kita aja yang makan garem aja kadang-kadang gak mau. jadi kalian harus maklum hahahha"
" Bener juga ya lu hahhaha"teman gue menyetujuinya.
Inilah akhir pembicaraan yang nggak penting dan sungguh singkat.
" Lu ngerasa gak kok kita nggak tau apa-apa ya. Kadang-kadang kita udah yakin tapi.."
"Iya bener" kata temen gue langsung menyahut
"Gue jadi merasa bodoh neh di depan dia (maksudnya dosen itu)."
" Yah mau gimana lagi dia kan dosen kita kan cuma mahasiswa" kata temen gue yang lain pasrah.
Yah begitulah mahasiswa pasrah saja dibodoh-bodohin dosen, pasrah aja dan menganggap emang omongan dosen itu ada benernya.
Tapi gue meyakinkan mereka dengan kalimat ini
" Ya iyalah dia bisa kita gak bisa, mereka udah tua banyak makan asam garem, kita aja yang makan garem aja kadang-kadang gak mau. jadi kalian harus maklum hahahha"
" Bener juga ya lu hahhaha"teman gue menyetujuinya.
Inilah akhir pembicaraan yang nggak penting dan sungguh singkat.
No comments:
Post a Comment