Imbas dari gak menuangkan apa yang gue pikiran berakibat sakit di hati, gara-gara kuliah yang begitu padat dan menyesakkan otak, gue jadi mahasiswa yang selalu teler dengan tugas-tugas. Ya begitulah hidup gue sehari-hari penuh dengan intrik dan konflik hati.
Sama seperti hari ini gue masih berkonflik dengan seorang teman gue. Rasanya sudah biasa hidup seperti ini. Diam itu emas tapi diam terkadang membawa malapetaka bagi hidup gue. Jadi gue musti gimana ya. Lebih baik tidur. Tidur itu menyenangkan.Tidur bisa melupakan semuanya.
Kembali ke konflik yang nggak jelas asalmuasalnya darimana, ketika kita dituduh mencuri padahal kita nggak mencuri itu adalah hal yang menyakitkan apalagi dituduh oleh orang yang pernah dekat sekali dengan hidup kita. Itulah yang gue rasakan saat ini dan akan bertahan sampai kapan gue nggak tau.
Gue udah pernah mengalami proses ini berkali-kali dan gue pastinya selalu tahu ending akhirnya. Jadi yang harus gue lakukan sekarang adalah bersyukur atas semua yang terjadi kemarin hari ini dan kemarin.
Sama seperti hari ini gue masih berkonflik dengan seorang teman gue. Rasanya sudah biasa hidup seperti ini. Diam itu emas tapi diam terkadang membawa malapetaka bagi hidup gue. Jadi gue musti gimana ya. Lebih baik tidur. Tidur itu menyenangkan.Tidur bisa melupakan semuanya.
Kembali ke konflik yang nggak jelas asalmuasalnya darimana, ketika kita dituduh mencuri padahal kita nggak mencuri itu adalah hal yang menyakitkan apalagi dituduh oleh orang yang pernah dekat sekali dengan hidup kita. Itulah yang gue rasakan saat ini dan akan bertahan sampai kapan gue nggak tau.
Gue udah pernah mengalami proses ini berkali-kali dan gue pastinya selalu tahu ending akhirnya. Jadi yang harus gue lakukan sekarang adalah bersyukur atas semua yang terjadi kemarin hari ini dan kemarin.
No comments:
Post a Comment