Wednesday, January 4, 2012

Tentang Restaurant dan Toko Buku

Hari ini gue ke restaurant dan toko buku. Gue mau cerita tentang keduanya walaupun sebenernya nggak berkaitan. Tapi ini sangat penting untuk dimengerti biar nggak kena jebakan batman atau biar menghindari setan-setan belanja.

Hal yang pertama itu tentang restaurant. Ketika lu lagi di jalan trus ngeliat restauran baru dibuka, trus rame apa tanggapan lu? gue jamin lu mau nyobain makan di resto itu atau sekedar bergumam 'ih ada resto baru, rame lagi, enak kali ya?'

Hari ini gue pergi ke salah satu resto sushi, dan itu tanggapan pertama gue saat ini resto buka, dari judulnya aja udah sangar 'Sushi niiitttttt' (gue sensor,kalo lu tau itu nama bintang porno jepang yang terkenal itu). Gue penasaran tuh, rame, gede, kayaknya enak tuh. Nah image pertama memang selalu begitu. Ketika lu mulai makan di tempat itu, mungkin lu bisa menilai gimana suasananya, pelayanan, fasilitas, dan makanan itu enak ato nggak lu bisa nilai.

Ini persepsi gue setelah makan di resto itu,
1. Rame bukan berarti enak
    Tau nggak kenapa? mungkin aja resto itu rame karena yang makan itu orang-orang penasaran kayak   gue, kemungkinan kena jebakan betmen seperti persepsi awal gue, rame dan enak. Setelah lu makan disitu mungkin lu akan memutuskan akan kesana lagi atau tidak sama sekali. Jadi kesimpulannya, rame itu karena orang yang dateng tiap harinya mungkin orang yang baru yang pengen nyoba. Kita liat beberapa bulan ke depan gimana resto itu.
2. Sepi juga bukan berarti nggak enak
    Nah ini nih yang bikin jebakan betmen, ketika lu kelaparan dan lu males nunggu resto yang rame lu memilih resto yang sepi, mencoba resto baru lah. Rasanya enak tapi harganya diatas rata-rata. Kesimpulannya lu harus liat book di depan sebelum lu masuk resto, jadi lu tau kisaran harga disana.

Itu tentang resto, sekarang tentang buku. Buku yang dijual di toko belum tentu best seller semua, mungkin aja ada penyanyi yang aji mumpung pengen terbitin buku tentang dirinya. Rasanya sih seperti membanggakan diri lewat buku itu ya. Ketika lu ke toko buku, bersama temen lu dan ingin membeli buku yang penulisnya itu terkenal sih tapi di dunia hiburan bukan di dunia pertulisan, lu mungkin akan bertanya 'Ini kira-kira bagus gak ya?' dan ketika salah satu temen lu hanya ngomong gini ' kalau lu mau memperkaya dia, ya beli aja' rasanya sangat nohok banget. Tapi ya bener juga terkadang. Mungkin kita harus beli ketika buku itu sudah recommended banget buat dibeli.

Sunday, October 30, 2011

Belajar dari Stand Up Comedy

Pertama denger stand up comedy lewat twiter. Bang Radit kadang suka ngetwit tentang comic, stand up yang awalnya gue sama sekali gak tau. Tapi suatu kali gue liat tayangan di Metro TV tentang StandUpShow dan ternyata itu bener-bener menghibur. Gue gak bisa bayangin gimana bisa para comic (sebutan buat comedian di stand up comedy) se-realitas itu, dan itu nyata. Mereka bisa memprogram apa yang harus mereka keluarkan. Itu hebat menurut gue.

Banyak hal baik yang sebenernya bisa jadi pembelajaran dari pengalaman para comic ini dan ketika lu pikir lagi, lu pasti akan bilang "bener juga ya". Makanya seperti yang gue bilang tadi ,comedy ini realita , yang ada di sekitar adalah nyata.

Hari itu gue nonton tentang episode yang berkisah tentang derajat wanita dan pria. Wanita itu pengennya sederajat dengan pria, mereka bilang "Gue bisa kok kerja kaya dia (pria)" dengan bangga wanita pasti umumnya ngomong gitu apalagi wanita karir. Tapi ketika genteng rumah bocor dia akan bilang gini " Yang, kamu deh yang benerin gentengnya, aku kan cewek". Nah lo, wanita pengen sederajat tapi saat dia merasa nyaman, giliran yang gak nyaman di kasih ke cowo, itu buruknya. Dan saat gue ngeliat tu TV merasa bersalahlah gue. Bener juga apa yang comic itu bilang.

Mungkin ini demokrasi kebablasan dari zaman dahulu. R.A Kartini emang maunya persamaan derajat antara wanita dan pria tapi mungkin bukan persamaan derajat yang kebablasan. Persamaan derajat yang dimaksud adalah mengenyam pendidikan yang sama. Tapi juga tidak meremehkan keberadaan seorang pria.


Monday, September 12, 2011

Ternyata sudah 6 tahun kita bersama, yah... kau seperti dulu masih seperti dulu sama seperti diriku. Entah mengapa aku selalu mengenang kebersamaan kita bersama saat itu. Saat pertama kali kita bertemu. Apakah kau ingat waktu kau bilang padaku kau suka padaku pada pandangan pertama? Benarkah? Kau bilang aku bukan tipemu. Rambutku pendek dan itu bukan tipemu. Kau suka wanita berambut panjang tergerai. Aku bukan tipemu tapi kau memilihku, kau tau bagaimana rasanya dicintai pertama kali olehmu? Aku senang, sangat senang karena baru kali ini aku dicintai oleh seorang lelaki sepertimu. 

Kau sudah mendengar banyak bagaimana aku kagum padamu waktu perkenalan pertama saat itu di Aula denganmu. Aku duduk di belakang dan mengagumi celoteh konyolmu saat itu. Aku tidak menyangka kaulah yang nantinya akan menjadi pacarku.

Kau tidak romantis bahkan kau tidak mau bersikap romantis padaku. Ya, itulah kau, tak pernah berubah sampai sekarang. Padahal aku menginginkan kau yang romantis tapi itu tidak masalah bagiku sekarang. Kau yang paling romantis saat kau melakukannya. Kaulah lelaki pertama yang memberi kejutan saat ulangtahunku bersama teman-temanmu dan itu adalah hari yang terhebat yang pernah kujalani bersamamu. Aku terharu.

Kukatakan kau tidak romantis tapi aku suka kejadian waktu itu, tidak ada lilin, tidak ada anggur, hanya ada sebuah cincin bukan berlian yang kaukalungkan dileherku saat itu dan kau masih ingat mengatakan apa?

"Jangan lepaskan cincin ini sampai aku menggantinya di gereja"

Aku terdiam, aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Apa kau melamarku saat itu? Aku menyebutmu gila saat itu karena saat itu belumlah waktunya. Aku membutuhkan momen yang tepat untuk itu. Tapi aku suka caramu saat itu hingga aku bisa mengingatnya sampai sekarang.

Kau tidak pernah memastikan bahwa kau benar-benar mencintaiku dengan kata-katamu tapi kau selalu melakukan itu dengan caramu. Aku tidak terlalu suka tapi itulah dirimu. Kau memang bukan tipe penggombal dan kau tidak suka disebut seperti itu kan.

Sudah lama kita bersama dan aku mau ini untuk selamanya. Kita sudah banyak bercerita tentang keluarga, masa depan hubungan kita nantinya. Kau paling tahu sifatku sehingga aku tidak bisa mengelak kalau kau mengatakan
"Kamu ini selalu gini, pasti nanti diulang lagi. Kita udah pacaran lama. Aku tahu kamu"
Yah kau benar. Kau memang paling tahu. Dan aku selalu kalah karena kau benar-benar tahu sifatku.

Aku pasti tidak salah memilihmu menjadi pacarku selama ini bahkan temanmu tiba-tiba saja mengatakan ini padaku "Dia baik wid". Aku bisa membaca dari matanya bahwa ini artinya Jangan pernah kau lepaskan dia sampai kapanpun. Kata-kata ini selalu menggangguku ketika aku bertengkar denganmu karena kau benar-benar baik, dan kau tahu benar bagaimana menempatkan wanita yang kaucintai disisimu.

Kau selalu tahu bagaimana caranya dan aku suka dirimu sampai kapanpun. Kau selalu bisa membuat diriku jatuh cinta padamu setiap harinya selama 6 tahun ini dan aku mau kau mencintaiku setiap hari selama-lamanya. Aku tidak akan mengatakan "Aku mencintaimu" tapi aku akan mengatakan bahwa "Aku hanya mencintaimu" karena kaulah satu-satunya.

For My Dearest Hanggara
Happy Anniversary 6th years



Tuesday, August 23, 2011

Tentang Hotel di Bali

Hanya bercerita sedikit tentang perjalanan ke Bali.
Seneng sih iya, kata yang pertama kali ada di pikiran gue saat itu adalah " Gue pengen hidup disini ah"
Yang nggak gue seneng disana adalah suasana mistisnya, disana banyak banget sesajen
yang lebih nakutin lagi ketika gue sampai di hotel yang menurut gue gak pernah ada pengunjunya ketika hari libur. Gue agak takut tapi gue musnahkan itu.
Sampai waktu gue naek ke atas lobi, dan itu udah malem banget dan sepi. Hotel tapi sepi gak ada yang layanin. Bisa gila kalo gue tinggal terlalu lama disitu.
Hotel yang bener-bener nggak terawat. Dan gue semakin takut ketika gue liat satu kamar gelap didepannya dikasih sesajen. Oh My God gue gak perlu liat yang beginian juga dan gue pun ketakutan.
Bener-bener ya tu hotel mendingan jadi tempat syuting buat film setan pasti pas banget.
Dan gara-gara sesajen di setiap tempat gue mengakhiri keputusan gue untuk menetap disana. Gue nggak mau dibayang-bayangi malaikat-malaikat disana.
What must I do now? Everything must be change. Choose lecture to my propose must be succes, Prof.Wahono you must be my lecture. I hope him very much. Then, i will offer project to BPPT be a scientist there to my final assignment. Im pass test and work at BPPT, offer scholarship to Germany. Oh I hope it will be.
Jiayou hap hap :)

Monday, May 2, 2011

Letters to God

God, u know me so well
You is person who know firstly what I want
What I do
What I feel
I know that dreaming its not fault
because every people dreaming and they get what they wanted
The keys just trust..
Trust You and trust themself
I try to trust what im dreaming
I want everything in my mind be happen
Amen

From your son Widya

Tuesday, April 26, 2011

Cinta Monyet (1)

Cinta Monyet itu indah gimana rasanya mengejar-ngejar gebetan, nelpon rumahnya trus di tutup karena takut ketauan, nanyain ke temen-temennya dia ada yang suka nggak biar serangan kita lancar. Semua itu dilakukan untuk cinta monyet. Gue juga punya cinta monyet dan gue melakukan hal-hal yang biasa dilakukan para pencinta monyet pada umumnya.

Berawal di kelas 3 SMP gue suka sama musuh gue sendiri namanya manusia panas atau hotmen. Dia adalah orang menyebalkan yang pernah gue kenal selama ini. Dia selalu ngatain gue kecil dan itu dilakukan banyak sekali dalam sehari, ngelemparin gue dengan kertas kecil dari belakang cuma buat bikin gue marah dan diapun puas kalo gue udah marah (dasar anak ababil). Dan akhirnya gue juga mengejek dia dengan kata 'congor' karena mulutnya yang mirip corong, lho apa hubungannya? kalo gue pikir sekarang kok jadi nggak nyambung ya? corong dan congor. Hanya perbedaan penempatan huruf saja.

Entah kenapa karena kebiasaan dia mengejek gue itu gue jadi cinta monyet sama dia. Padahal dia itu kurus, tinggi, rambutnya kayak orang kurang gizi, tapi gue suka karena dia maen basketnya keren. Kalo gue inget betapa kerennya dia, ditengah hari dengan keringat bercucuran dia masukin bola ke ring,
"Oh kamu keren sekali" andai kata-kata itu pernah terucap dari bibir gue. Kata-kata yang biasa dikatakan anak-anak ababil. Untugnya gue sekolah sebelum kata ababil itu muncul.
Kata temen-temen gue bapaknya seorang kopral, dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang selalu dengan setia mengantar dan menjemput anaknya setelah pulang sekolah. Dan akhirnya muncul ejekan baru Anak Mami. Dan dia pun diam kalo kata-kata itu terlonar dari mulut manis gue hahha, gue serasa superman yang terbang ke awan kalo gue menang mengejek dia.

Mungkin disitulah sisi nyamannya gue dengan dia. Gue suka dia dan gue beneran pengen jadi pacar dia. Gue selalu cari tau apa yang dia suka atau adakah yang dia suka ke temen cowo-cowonya. Gue agresif mencari tau tentang dia, gue tanya nomor teleponnya. Gue bener-bener niat pacaran sama musuh gue