Kalo dibilang gaul sih gue nggak gaul gaul amat, gue cuma orang biasa yang berangkat kuliah pulang kuliah sampai akhirnya ada temen gue mengatakan gue 'kampungan', mungkin dia nggak tau kali ya bagaimana orang-orang melihat perawakan dia waktu SMA, mirip 'pembantu'. Itu yang gue katakan buat dia. Gue akhirnya terima dengan pelecehan bahwa gue kampungan karena gue memang suka jalan di daerah perkampungan yang sebenarnya kalo dibilang adalah pemukiman tidak tersusun di pinggiran Jakarta Selatan.
Gue selalu melewati jalan ini, rumah yang nggak tersusun rapi seperti yang udah gue bilang, didekatnya ada sedikit tanah tidak lapang, disana gue selalu melihat anak-anak kecil main bola. Gue perkirakan lapangan itu luasnya hanya 8 x 8 meter. Tempat yang nggak efisien buat mereka main bola, bola selalu kena pagar rumah orang bahkan bola tersebut melayang di kepala orang. Itu kenyataan dramatis yang ada di Jakarta.
Semua ini terjadi karena pemerintah, lagi-lagi gue menyalahkan pemerintah. Siapa lagi yang bertanggungjawab untuk kehidupan khalayak masyarakat kalo bukan pemerintah, emangnya ini salah gue? salah temen-temen gue? salah nyokap gue? salah pemerintah donk, kalo atasnya bener maka bawahnya bener seperti kalo kita mengancing baju, kalo dari atas kita salah mengancing maka di bawahnya juga salah. Setiap harinya ada aja berita tentang anak yang mengunduh video nggak bener (baca:porno) dan hal itu siapa yang harus disalahkan. Kalo menurut gue pemerintah harus ikut andil dalam masalah ini. Jadi pemerintah salah lagi nih.
Kenapa mereka mengunduh yang 'begituan', kenapa mereka maennya di warnet melulu, kenapa anak sekarang beda sama anak yang dulu? harus dianalisis donk.
Coba kalau saja lapangan masih banyak dimana-mana khususnya lapangan bola dimana anak-anak nggak perlu mengeluarkan kocek buat bayar biaya sewa lapangan, andai taman bermain masih banyak bukannya pemukiman kumuh jalan tikus. Andai fasilitas itu ada anak-anak yang gue lihat main bola tadi nggak bakal ngerusak pagar orang, nggak bakal benjolin kepala orang.
Gue selalu melewati jalan ini, rumah yang nggak tersusun rapi seperti yang udah gue bilang, didekatnya ada sedikit tanah tidak lapang, disana gue selalu melihat anak-anak kecil main bola. Gue perkirakan lapangan itu luasnya hanya 8 x 8 meter. Tempat yang nggak efisien buat mereka main bola, bola selalu kena pagar rumah orang bahkan bola tersebut melayang di kepala orang. Itu kenyataan dramatis yang ada di Jakarta.
Semua ini terjadi karena pemerintah, lagi-lagi gue menyalahkan pemerintah. Siapa lagi yang bertanggungjawab untuk kehidupan khalayak masyarakat kalo bukan pemerintah, emangnya ini salah gue? salah temen-temen gue? salah nyokap gue? salah pemerintah donk, kalo atasnya bener maka bawahnya bener seperti kalo kita mengancing baju, kalo dari atas kita salah mengancing maka di bawahnya juga salah. Setiap harinya ada aja berita tentang anak yang mengunduh video nggak bener (baca:porno) dan hal itu siapa yang harus disalahkan. Kalo menurut gue pemerintah harus ikut andil dalam masalah ini. Jadi pemerintah salah lagi nih.
Kenapa mereka mengunduh yang 'begituan', kenapa mereka maennya di warnet melulu, kenapa anak sekarang beda sama anak yang dulu? harus dianalisis donk.
Coba kalau saja lapangan masih banyak dimana-mana khususnya lapangan bola dimana anak-anak nggak perlu mengeluarkan kocek buat bayar biaya sewa lapangan, andai taman bermain masih banyak bukannya pemukiman kumuh jalan tikus. Andai fasilitas itu ada anak-anak yang gue lihat main bola tadi nggak bakal ngerusak pagar orang, nggak bakal benjolin kepala orang.
wkwkkwkkk.. siapa tuh wid yang
ReplyDelete'mungkin dia nggak tau kali ya bagaimana orang-orang melihat perawakan dia waktu SMA, mirip 'pembantu''
hahahha..