Sunday, October 30, 2011

Belajar dari Stand Up Comedy

Pertama denger stand up comedy lewat twiter. Bang Radit kadang suka ngetwit tentang comic, stand up yang awalnya gue sama sekali gak tau. Tapi suatu kali gue liat tayangan di Metro TV tentang StandUpShow dan ternyata itu bener-bener menghibur. Gue gak bisa bayangin gimana bisa para comic (sebutan buat comedian di stand up comedy) se-realitas itu, dan itu nyata. Mereka bisa memprogram apa yang harus mereka keluarkan. Itu hebat menurut gue.

Banyak hal baik yang sebenernya bisa jadi pembelajaran dari pengalaman para comic ini dan ketika lu pikir lagi, lu pasti akan bilang "bener juga ya". Makanya seperti yang gue bilang tadi ,comedy ini realita , yang ada di sekitar adalah nyata.

Hari itu gue nonton tentang episode yang berkisah tentang derajat wanita dan pria. Wanita itu pengennya sederajat dengan pria, mereka bilang "Gue bisa kok kerja kaya dia (pria)" dengan bangga wanita pasti umumnya ngomong gitu apalagi wanita karir. Tapi ketika genteng rumah bocor dia akan bilang gini " Yang, kamu deh yang benerin gentengnya, aku kan cewek". Nah lo, wanita pengen sederajat tapi saat dia merasa nyaman, giliran yang gak nyaman di kasih ke cowo, itu buruknya. Dan saat gue ngeliat tu TV merasa bersalahlah gue. Bener juga apa yang comic itu bilang.

Mungkin ini demokrasi kebablasan dari zaman dahulu. R.A Kartini emang maunya persamaan derajat antara wanita dan pria tapi mungkin bukan persamaan derajat yang kebablasan. Persamaan derajat yang dimaksud adalah mengenyam pendidikan yang sama. Tapi juga tidak meremehkan keberadaan seorang pria.


Monday, September 12, 2011

Ternyata sudah 6 tahun kita bersama, yah... kau seperti dulu masih seperti dulu sama seperti diriku. Entah mengapa aku selalu mengenang kebersamaan kita bersama saat itu. Saat pertama kali kita bertemu. Apakah kau ingat waktu kau bilang padaku kau suka padaku pada pandangan pertama? Benarkah? Kau bilang aku bukan tipemu. Rambutku pendek dan itu bukan tipemu. Kau suka wanita berambut panjang tergerai. Aku bukan tipemu tapi kau memilihku, kau tau bagaimana rasanya dicintai pertama kali olehmu? Aku senang, sangat senang karena baru kali ini aku dicintai oleh seorang lelaki sepertimu. 

Kau sudah mendengar banyak bagaimana aku kagum padamu waktu perkenalan pertama saat itu di Aula denganmu. Aku duduk di belakang dan mengagumi celoteh konyolmu saat itu. Aku tidak menyangka kaulah yang nantinya akan menjadi pacarku.

Kau tidak romantis bahkan kau tidak mau bersikap romantis padaku. Ya, itulah kau, tak pernah berubah sampai sekarang. Padahal aku menginginkan kau yang romantis tapi itu tidak masalah bagiku sekarang. Kau yang paling romantis saat kau melakukannya. Kaulah lelaki pertama yang memberi kejutan saat ulangtahunku bersama teman-temanmu dan itu adalah hari yang terhebat yang pernah kujalani bersamamu. Aku terharu.

Kukatakan kau tidak romantis tapi aku suka kejadian waktu itu, tidak ada lilin, tidak ada anggur, hanya ada sebuah cincin bukan berlian yang kaukalungkan dileherku saat itu dan kau masih ingat mengatakan apa?

"Jangan lepaskan cincin ini sampai aku menggantinya di gereja"

Aku terdiam, aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Apa kau melamarku saat itu? Aku menyebutmu gila saat itu karena saat itu belumlah waktunya. Aku membutuhkan momen yang tepat untuk itu. Tapi aku suka caramu saat itu hingga aku bisa mengingatnya sampai sekarang.

Kau tidak pernah memastikan bahwa kau benar-benar mencintaiku dengan kata-katamu tapi kau selalu melakukan itu dengan caramu. Aku tidak terlalu suka tapi itulah dirimu. Kau memang bukan tipe penggombal dan kau tidak suka disebut seperti itu kan.

Sudah lama kita bersama dan aku mau ini untuk selamanya. Kita sudah banyak bercerita tentang keluarga, masa depan hubungan kita nantinya. Kau paling tahu sifatku sehingga aku tidak bisa mengelak kalau kau mengatakan
"Kamu ini selalu gini, pasti nanti diulang lagi. Kita udah pacaran lama. Aku tahu kamu"
Yah kau benar. Kau memang paling tahu. Dan aku selalu kalah karena kau benar-benar tahu sifatku.

Aku pasti tidak salah memilihmu menjadi pacarku selama ini bahkan temanmu tiba-tiba saja mengatakan ini padaku "Dia baik wid". Aku bisa membaca dari matanya bahwa ini artinya Jangan pernah kau lepaskan dia sampai kapanpun. Kata-kata ini selalu menggangguku ketika aku bertengkar denganmu karena kau benar-benar baik, dan kau tahu benar bagaimana menempatkan wanita yang kaucintai disisimu.

Kau selalu tahu bagaimana caranya dan aku suka dirimu sampai kapanpun. Kau selalu bisa membuat diriku jatuh cinta padamu setiap harinya selama 6 tahun ini dan aku mau kau mencintaiku setiap hari selama-lamanya. Aku tidak akan mengatakan "Aku mencintaimu" tapi aku akan mengatakan bahwa "Aku hanya mencintaimu" karena kaulah satu-satunya.

For My Dearest Hanggara
Happy Anniversary 6th years



Tuesday, August 23, 2011

Tentang Hotel di Bali

Hanya bercerita sedikit tentang perjalanan ke Bali.
Seneng sih iya, kata yang pertama kali ada di pikiran gue saat itu adalah " Gue pengen hidup disini ah"
Yang nggak gue seneng disana adalah suasana mistisnya, disana banyak banget sesajen
yang lebih nakutin lagi ketika gue sampai di hotel yang menurut gue gak pernah ada pengunjunya ketika hari libur. Gue agak takut tapi gue musnahkan itu.
Sampai waktu gue naek ke atas lobi, dan itu udah malem banget dan sepi. Hotel tapi sepi gak ada yang layanin. Bisa gila kalo gue tinggal terlalu lama disitu.
Hotel yang bener-bener nggak terawat. Dan gue semakin takut ketika gue liat satu kamar gelap didepannya dikasih sesajen. Oh My God gue gak perlu liat yang beginian juga dan gue pun ketakutan.
Bener-bener ya tu hotel mendingan jadi tempat syuting buat film setan pasti pas banget.
Dan gara-gara sesajen di setiap tempat gue mengakhiri keputusan gue untuk menetap disana. Gue nggak mau dibayang-bayangi malaikat-malaikat disana.
What must I do now? Everything must be change. Choose lecture to my propose must be succes, Prof.Wahono you must be my lecture. I hope him very much. Then, i will offer project to BPPT be a scientist there to my final assignment. Im pass test and work at BPPT, offer scholarship to Germany. Oh I hope it will be.
Jiayou hap hap :)

Monday, May 2, 2011

Letters to God

God, u know me so well
You is person who know firstly what I want
What I do
What I feel
I know that dreaming its not fault
because every people dreaming and they get what they wanted
The keys just trust..
Trust You and trust themself
I try to trust what im dreaming
I want everything in my mind be happen
Amen

From your son Widya

Tuesday, April 26, 2011

Cinta Monyet (1)

Cinta Monyet itu indah gimana rasanya mengejar-ngejar gebetan, nelpon rumahnya trus di tutup karena takut ketauan, nanyain ke temen-temennya dia ada yang suka nggak biar serangan kita lancar. Semua itu dilakukan untuk cinta monyet. Gue juga punya cinta monyet dan gue melakukan hal-hal yang biasa dilakukan para pencinta monyet pada umumnya.

Berawal di kelas 3 SMP gue suka sama musuh gue sendiri namanya manusia panas atau hotmen. Dia adalah orang menyebalkan yang pernah gue kenal selama ini. Dia selalu ngatain gue kecil dan itu dilakukan banyak sekali dalam sehari, ngelemparin gue dengan kertas kecil dari belakang cuma buat bikin gue marah dan diapun puas kalo gue udah marah (dasar anak ababil). Dan akhirnya gue juga mengejek dia dengan kata 'congor' karena mulutnya yang mirip corong, lho apa hubungannya? kalo gue pikir sekarang kok jadi nggak nyambung ya? corong dan congor. Hanya perbedaan penempatan huruf saja.

Entah kenapa karena kebiasaan dia mengejek gue itu gue jadi cinta monyet sama dia. Padahal dia itu kurus, tinggi, rambutnya kayak orang kurang gizi, tapi gue suka karena dia maen basketnya keren. Kalo gue inget betapa kerennya dia, ditengah hari dengan keringat bercucuran dia masukin bola ke ring,
"Oh kamu keren sekali" andai kata-kata itu pernah terucap dari bibir gue. Kata-kata yang biasa dikatakan anak-anak ababil. Untugnya gue sekolah sebelum kata ababil itu muncul.
Kata temen-temen gue bapaknya seorang kopral, dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang selalu dengan setia mengantar dan menjemput anaknya setelah pulang sekolah. Dan akhirnya muncul ejekan baru Anak Mami. Dan dia pun diam kalo kata-kata itu terlonar dari mulut manis gue hahha, gue serasa superman yang terbang ke awan kalo gue menang mengejek dia.

Mungkin disitulah sisi nyamannya gue dengan dia. Gue suka dia dan gue beneran pengen jadi pacar dia. Gue selalu cari tau apa yang dia suka atau adakah yang dia suka ke temen cowo-cowonya. Gue agresif mencari tau tentang dia, gue tanya nomor teleponnya. Gue bener-bener niat pacaran sama musuh gue

Monday, April 25, 2011

Mereka butuh space

Kalo dibilang gaul sih gue nggak gaul gaul amat, gue cuma orang biasa yang berangkat kuliah pulang kuliah sampai akhirnya ada temen gue mengatakan gue 'kampungan', mungkin dia nggak tau kali ya bagaimana orang-orang melihat perawakan dia waktu SMA, mirip 'pembantu'. Itu yang gue katakan buat dia. Gue akhirnya terima dengan pelecehan bahwa gue kampungan karena gue memang suka jalan di daerah perkampungan yang sebenarnya kalo dibilang adalah pemukiman tidak tersusun di pinggiran Jakarta Selatan.
Gue selalu melewati jalan ini, rumah yang nggak tersusun rapi seperti yang udah gue bilang, didekatnya ada sedikit tanah tidak lapang, disana gue selalu melihat anak-anak kecil main bola. Gue perkirakan lapangan itu luasnya hanya 8 x 8 meter. Tempat yang nggak efisien buat mereka main bola, bola selalu kena pagar rumah orang bahkan bola tersebut melayang di kepala orang. Itu kenyataan dramatis yang ada di Jakarta.
Semua ini terjadi karena pemerintah, lagi-lagi gue menyalahkan pemerintah. Siapa lagi yang bertanggungjawab untuk kehidupan khalayak masyarakat kalo bukan pemerintah, emangnya ini salah gue? salah temen-temen gue? salah nyokap gue? salah pemerintah donk, kalo atasnya bener maka bawahnya bener seperti kalo kita mengancing baju, kalo dari atas kita salah mengancing maka di bawahnya juga salah. Setiap harinya ada aja berita tentang  anak yang mengunduh video nggak bener (baca:porno) dan hal itu siapa yang harus disalahkan. Kalo menurut gue pemerintah harus ikut andil dalam masalah ini. Jadi pemerintah salah lagi nih.
Kenapa mereka mengunduh yang 'begituan', kenapa mereka maennya di warnet melulu, kenapa anak sekarang beda sama anak yang dulu? harus dianalisis donk.
Coba kalau saja lapangan masih banyak dimana-mana khususnya lapangan bola dimana anak-anak nggak perlu mengeluarkan kocek buat bayar biaya sewa lapangan, andai taman bermain masih banyak bukannya pemukiman kumuh jalan tikus. Andai fasilitas itu ada anak-anak yang gue lihat main bola tadi nggak bakal ngerusak pagar orang, nggak bakal benjolin kepala orang.