Wednesday, January 4, 2012

Tentang Restaurant dan Toko Buku

Hari ini gue ke restaurant dan toko buku. Gue mau cerita tentang keduanya walaupun sebenernya nggak berkaitan. Tapi ini sangat penting untuk dimengerti biar nggak kena jebakan batman atau biar menghindari setan-setan belanja.

Hal yang pertama itu tentang restaurant. Ketika lu lagi di jalan trus ngeliat restauran baru dibuka, trus rame apa tanggapan lu? gue jamin lu mau nyobain makan di resto itu atau sekedar bergumam 'ih ada resto baru, rame lagi, enak kali ya?'

Hari ini gue pergi ke salah satu resto sushi, dan itu tanggapan pertama gue saat ini resto buka, dari judulnya aja udah sangar 'Sushi niiitttttt' (gue sensor,kalo lu tau itu nama bintang porno jepang yang terkenal itu). Gue penasaran tuh, rame, gede, kayaknya enak tuh. Nah image pertama memang selalu begitu. Ketika lu mulai makan di tempat itu, mungkin lu bisa menilai gimana suasananya, pelayanan, fasilitas, dan makanan itu enak ato nggak lu bisa nilai.

Ini persepsi gue setelah makan di resto itu,
1. Rame bukan berarti enak
    Tau nggak kenapa? mungkin aja resto itu rame karena yang makan itu orang-orang penasaran kayak   gue, kemungkinan kena jebakan betmen seperti persepsi awal gue, rame dan enak. Setelah lu makan disitu mungkin lu akan memutuskan akan kesana lagi atau tidak sama sekali. Jadi kesimpulannya, rame itu karena orang yang dateng tiap harinya mungkin orang yang baru yang pengen nyoba. Kita liat beberapa bulan ke depan gimana resto itu.
2. Sepi juga bukan berarti nggak enak
    Nah ini nih yang bikin jebakan betmen, ketika lu kelaparan dan lu males nunggu resto yang rame lu memilih resto yang sepi, mencoba resto baru lah. Rasanya enak tapi harganya diatas rata-rata. Kesimpulannya lu harus liat book di depan sebelum lu masuk resto, jadi lu tau kisaran harga disana.

Itu tentang resto, sekarang tentang buku. Buku yang dijual di toko belum tentu best seller semua, mungkin aja ada penyanyi yang aji mumpung pengen terbitin buku tentang dirinya. Rasanya sih seperti membanggakan diri lewat buku itu ya. Ketika lu ke toko buku, bersama temen lu dan ingin membeli buku yang penulisnya itu terkenal sih tapi di dunia hiburan bukan di dunia pertulisan, lu mungkin akan bertanya 'Ini kira-kira bagus gak ya?' dan ketika salah satu temen lu hanya ngomong gini ' kalau lu mau memperkaya dia, ya beli aja' rasanya sangat nohok banget. Tapi ya bener juga terkadang. Mungkin kita harus beli ketika buku itu sudah recommended banget buat dibeli.

Sunday, October 30, 2011

Belajar dari Stand Up Comedy

Pertama denger stand up comedy lewat twiter. Bang Radit kadang suka ngetwit tentang comic, stand up yang awalnya gue sama sekali gak tau. Tapi suatu kali gue liat tayangan di Metro TV tentang StandUpShow dan ternyata itu bener-bener menghibur. Gue gak bisa bayangin gimana bisa para comic (sebutan buat comedian di stand up comedy) se-realitas itu, dan itu nyata. Mereka bisa memprogram apa yang harus mereka keluarkan. Itu hebat menurut gue.

Banyak hal baik yang sebenernya bisa jadi pembelajaran dari pengalaman para comic ini dan ketika lu pikir lagi, lu pasti akan bilang "bener juga ya". Makanya seperti yang gue bilang tadi ,comedy ini realita , yang ada di sekitar adalah nyata.

Hari itu gue nonton tentang episode yang berkisah tentang derajat wanita dan pria. Wanita itu pengennya sederajat dengan pria, mereka bilang "Gue bisa kok kerja kaya dia (pria)" dengan bangga wanita pasti umumnya ngomong gitu apalagi wanita karir. Tapi ketika genteng rumah bocor dia akan bilang gini " Yang, kamu deh yang benerin gentengnya, aku kan cewek". Nah lo, wanita pengen sederajat tapi saat dia merasa nyaman, giliran yang gak nyaman di kasih ke cowo, itu buruknya. Dan saat gue ngeliat tu TV merasa bersalahlah gue. Bener juga apa yang comic itu bilang.

Mungkin ini demokrasi kebablasan dari zaman dahulu. R.A Kartini emang maunya persamaan derajat antara wanita dan pria tapi mungkin bukan persamaan derajat yang kebablasan. Persamaan derajat yang dimaksud adalah mengenyam pendidikan yang sama. Tapi juga tidak meremehkan keberadaan seorang pria.


Monday, September 12, 2011

Ternyata sudah 6 tahun kita bersama, yah... kau seperti dulu masih seperti dulu sama seperti diriku. Entah mengapa aku selalu mengenang kebersamaan kita bersama saat itu. Saat pertama kali kita bertemu. Apakah kau ingat waktu kau bilang padaku kau suka padaku pada pandangan pertama? Benarkah? Kau bilang aku bukan tipemu. Rambutku pendek dan itu bukan tipemu. Kau suka wanita berambut panjang tergerai. Aku bukan tipemu tapi kau memilihku, kau tau bagaimana rasanya dicintai pertama kali olehmu? Aku senang, sangat senang karena baru kali ini aku dicintai oleh seorang lelaki sepertimu. 

Kau sudah mendengar banyak bagaimana aku kagum padamu waktu perkenalan pertama saat itu di Aula denganmu. Aku duduk di belakang dan mengagumi celoteh konyolmu saat itu. Aku tidak menyangka kaulah yang nantinya akan menjadi pacarku.

Kau tidak romantis bahkan kau tidak mau bersikap romantis padaku. Ya, itulah kau, tak pernah berubah sampai sekarang. Padahal aku menginginkan kau yang romantis tapi itu tidak masalah bagiku sekarang. Kau yang paling romantis saat kau melakukannya. Kaulah lelaki pertama yang memberi kejutan saat ulangtahunku bersama teman-temanmu dan itu adalah hari yang terhebat yang pernah kujalani bersamamu. Aku terharu.

Kukatakan kau tidak romantis tapi aku suka kejadian waktu itu, tidak ada lilin, tidak ada anggur, hanya ada sebuah cincin bukan berlian yang kaukalungkan dileherku saat itu dan kau masih ingat mengatakan apa?

"Jangan lepaskan cincin ini sampai aku menggantinya di gereja"

Aku terdiam, aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Apa kau melamarku saat itu? Aku menyebutmu gila saat itu karena saat itu belumlah waktunya. Aku membutuhkan momen yang tepat untuk itu. Tapi aku suka caramu saat itu hingga aku bisa mengingatnya sampai sekarang.

Kau tidak pernah memastikan bahwa kau benar-benar mencintaiku dengan kata-katamu tapi kau selalu melakukan itu dengan caramu. Aku tidak terlalu suka tapi itulah dirimu. Kau memang bukan tipe penggombal dan kau tidak suka disebut seperti itu kan.

Sudah lama kita bersama dan aku mau ini untuk selamanya. Kita sudah banyak bercerita tentang keluarga, masa depan hubungan kita nantinya. Kau paling tahu sifatku sehingga aku tidak bisa mengelak kalau kau mengatakan
"Kamu ini selalu gini, pasti nanti diulang lagi. Kita udah pacaran lama. Aku tahu kamu"
Yah kau benar. Kau memang paling tahu. Dan aku selalu kalah karena kau benar-benar tahu sifatku.

Aku pasti tidak salah memilihmu menjadi pacarku selama ini bahkan temanmu tiba-tiba saja mengatakan ini padaku "Dia baik wid". Aku bisa membaca dari matanya bahwa ini artinya Jangan pernah kau lepaskan dia sampai kapanpun. Kata-kata ini selalu menggangguku ketika aku bertengkar denganmu karena kau benar-benar baik, dan kau tahu benar bagaimana menempatkan wanita yang kaucintai disisimu.

Kau selalu tahu bagaimana caranya dan aku suka dirimu sampai kapanpun. Kau selalu bisa membuat diriku jatuh cinta padamu setiap harinya selama 6 tahun ini dan aku mau kau mencintaiku setiap hari selama-lamanya. Aku tidak akan mengatakan "Aku mencintaimu" tapi aku akan mengatakan bahwa "Aku hanya mencintaimu" karena kaulah satu-satunya.

For My Dearest Hanggara
Happy Anniversary 6th years



Tuesday, August 23, 2011

Tentang Hotel di Bali

Hanya bercerita sedikit tentang perjalanan ke Bali.
Seneng sih iya, kata yang pertama kali ada di pikiran gue saat itu adalah " Gue pengen hidup disini ah"
Yang nggak gue seneng disana adalah suasana mistisnya, disana banyak banget sesajen
yang lebih nakutin lagi ketika gue sampai di hotel yang menurut gue gak pernah ada pengunjunya ketika hari libur. Gue agak takut tapi gue musnahkan itu.
Sampai waktu gue naek ke atas lobi, dan itu udah malem banget dan sepi. Hotel tapi sepi gak ada yang layanin. Bisa gila kalo gue tinggal terlalu lama disitu.
Hotel yang bener-bener nggak terawat. Dan gue semakin takut ketika gue liat satu kamar gelap didepannya dikasih sesajen. Oh My God gue gak perlu liat yang beginian juga dan gue pun ketakutan.
Bener-bener ya tu hotel mendingan jadi tempat syuting buat film setan pasti pas banget.
Dan gara-gara sesajen di setiap tempat gue mengakhiri keputusan gue untuk menetap disana. Gue nggak mau dibayang-bayangi malaikat-malaikat disana.
What must I do now? Everything must be change. Choose lecture to my propose must be succes, Prof.Wahono you must be my lecture. I hope him very much. Then, i will offer project to BPPT be a scientist there to my final assignment. Im pass test and work at BPPT, offer scholarship to Germany. Oh I hope it will be.
Jiayou hap hap :)

Monday, May 2, 2011

Letters to God

God, u know me so well
You is person who know firstly what I want
What I do
What I feel
I know that dreaming its not fault
because every people dreaming and they get what they wanted
The keys just trust..
Trust You and trust themself
I try to trust what im dreaming
I want everything in my mind be happen
Amen

From your son Widya

Tuesday, April 26, 2011

Cinta Monyet (1)

Cinta Monyet itu indah gimana rasanya mengejar-ngejar gebetan, nelpon rumahnya trus di tutup karena takut ketauan, nanyain ke temen-temennya dia ada yang suka nggak biar serangan kita lancar. Semua itu dilakukan untuk cinta monyet. Gue juga punya cinta monyet dan gue melakukan hal-hal yang biasa dilakukan para pencinta monyet pada umumnya.

Berawal di kelas 3 SMP gue suka sama musuh gue sendiri namanya manusia panas atau hotmen. Dia adalah orang menyebalkan yang pernah gue kenal selama ini. Dia selalu ngatain gue kecil dan itu dilakukan banyak sekali dalam sehari, ngelemparin gue dengan kertas kecil dari belakang cuma buat bikin gue marah dan diapun puas kalo gue udah marah (dasar anak ababil). Dan akhirnya gue juga mengejek dia dengan kata 'congor' karena mulutnya yang mirip corong, lho apa hubungannya? kalo gue pikir sekarang kok jadi nggak nyambung ya? corong dan congor. Hanya perbedaan penempatan huruf saja.

Entah kenapa karena kebiasaan dia mengejek gue itu gue jadi cinta monyet sama dia. Padahal dia itu kurus, tinggi, rambutnya kayak orang kurang gizi, tapi gue suka karena dia maen basketnya keren. Kalo gue inget betapa kerennya dia, ditengah hari dengan keringat bercucuran dia masukin bola ke ring,
"Oh kamu keren sekali" andai kata-kata itu pernah terucap dari bibir gue. Kata-kata yang biasa dikatakan anak-anak ababil. Untugnya gue sekolah sebelum kata ababil itu muncul.
Kata temen-temen gue bapaknya seorang kopral, dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang selalu dengan setia mengantar dan menjemput anaknya setelah pulang sekolah. Dan akhirnya muncul ejekan baru Anak Mami. Dan dia pun diam kalo kata-kata itu terlonar dari mulut manis gue hahha, gue serasa superman yang terbang ke awan kalo gue menang mengejek dia.

Mungkin disitulah sisi nyamannya gue dengan dia. Gue suka dia dan gue beneran pengen jadi pacar dia. Gue selalu cari tau apa yang dia suka atau adakah yang dia suka ke temen cowo-cowonya. Gue agresif mencari tau tentang dia, gue tanya nomor teleponnya. Gue bener-bener niat pacaran sama musuh gue

Monday, April 25, 2011

Mereka butuh space

Kalo dibilang gaul sih gue nggak gaul gaul amat, gue cuma orang biasa yang berangkat kuliah pulang kuliah sampai akhirnya ada temen gue mengatakan gue 'kampungan', mungkin dia nggak tau kali ya bagaimana orang-orang melihat perawakan dia waktu SMA, mirip 'pembantu'. Itu yang gue katakan buat dia. Gue akhirnya terima dengan pelecehan bahwa gue kampungan karena gue memang suka jalan di daerah perkampungan yang sebenarnya kalo dibilang adalah pemukiman tidak tersusun di pinggiran Jakarta Selatan.
Gue selalu melewati jalan ini, rumah yang nggak tersusun rapi seperti yang udah gue bilang, didekatnya ada sedikit tanah tidak lapang, disana gue selalu melihat anak-anak kecil main bola. Gue perkirakan lapangan itu luasnya hanya 8 x 8 meter. Tempat yang nggak efisien buat mereka main bola, bola selalu kena pagar rumah orang bahkan bola tersebut melayang di kepala orang. Itu kenyataan dramatis yang ada di Jakarta.
Semua ini terjadi karena pemerintah, lagi-lagi gue menyalahkan pemerintah. Siapa lagi yang bertanggungjawab untuk kehidupan khalayak masyarakat kalo bukan pemerintah, emangnya ini salah gue? salah temen-temen gue? salah nyokap gue? salah pemerintah donk, kalo atasnya bener maka bawahnya bener seperti kalo kita mengancing baju, kalo dari atas kita salah mengancing maka di bawahnya juga salah. Setiap harinya ada aja berita tentang  anak yang mengunduh video nggak bener (baca:porno) dan hal itu siapa yang harus disalahkan. Kalo menurut gue pemerintah harus ikut andil dalam masalah ini. Jadi pemerintah salah lagi nih.
Kenapa mereka mengunduh yang 'begituan', kenapa mereka maennya di warnet melulu, kenapa anak sekarang beda sama anak yang dulu? harus dianalisis donk.
Coba kalau saja lapangan masih banyak dimana-mana khususnya lapangan bola dimana anak-anak nggak perlu mengeluarkan kocek buat bayar biaya sewa lapangan, andai taman bermain masih banyak bukannya pemukiman kumuh jalan tikus. Andai fasilitas itu ada anak-anak yang gue lihat main bola tadi nggak bakal ngerusak pagar orang, nggak bakal benjolin kepala orang.

Friday, April 22, 2011

Introspeksi Diri Hari Ini

Imbas dari gak menuangkan apa yang gue pikiran berakibat sakit di hati, gara-gara kuliah yang begitu padat dan menyesakkan otak, gue jadi mahasiswa yang selalu teler dengan tugas-tugas. Ya begitulah hidup gue sehari-hari penuh dengan intrik dan konflik hati.
Sama seperti hari ini gue masih berkonflik dengan seorang teman gue. Rasanya sudah biasa hidup seperti ini. Diam itu emas tapi diam terkadang membawa malapetaka bagi hidup gue. Jadi gue musti gimana ya. Lebih baik tidur. Tidur itu menyenangkan.Tidur bisa melupakan semuanya.
Kembali ke konflik yang nggak jelas asalmuasalnya darimana, ketika kita dituduh mencuri padahal kita nggak mencuri itu adalah hal yang menyakitkan apalagi dituduh oleh orang yang pernah dekat sekali dengan hidup kita. Itulah yang gue rasakan saat ini dan akan bertahan sampai kapan gue nggak tau.
Gue udah pernah mengalami proses ini berkali-kali dan gue pastinya selalu tahu ending akhirnya. Jadi yang harus gue lakukan sekarang adalah bersyukur atas semua yang terjadi kemarin hari ini dan kemarin.

Derita Mahasiswa

Setiap kali gue responsi di kelas bersama dosen itu, gue selalu merasa menjadi gue nggak ada apa-apanya dan gue bukan apa-apa dan gue tidak tahu apa apa dan dan dan.. Cukup!! Akhirnya gue membuat kuesioner lisan kepada temen-temen gue.
" Lu ngerasa gak kok kita nggak tau apa-apa ya. Kadang-kadang kita udah yakin tapi.."
"Iya bener" kata temen gue langsung menyahut
"Gue jadi merasa bodoh neh di depan dia (maksudnya dosen itu)."
" Yah mau gimana lagi dia kan dosen kita kan cuma mahasiswa" kata temen gue yang lain pasrah.
Yah begitulah mahasiswa pasrah saja dibodoh-bodohin dosen, pasrah aja dan menganggap emang omongan dosen itu ada benernya.
 Tapi gue meyakinkan mereka dengan kalimat ini
" Ya iyalah dia bisa kita gak bisa, mereka udah tua banyak makan asam garem, kita aja yang makan garem aja kadang-kadang gak mau. jadi kalian harus maklum hahahha"
" Bener juga ya lu hahhaha"teman gue menyetujuinya.
Inilah akhir pembicaraan yang nggak penting dan sungguh singkat.

Wednesday, March 9, 2011

Jodoh dan penyakit di tangan siapa ??

Kemaren gue ngampus kelas farmakoterapi. Gue belajar tentang hipertensi. Entah kenapa dosen gue tiba2 ngomongin tentang pacaran dan mario teguh-sang motivator handal itu- gue suka banget yg dibilang sama dosen gue. Yang pertama katanya "jangan pacaran sama se-profesi" dalam hal ini gue sebagaì calon apoteker jangan nyari suami yg apoteker juga. Alesannya kalo sesama apoteker,kita udah biasa dgn kehidupan cepat,tepat,teliti dan hal ini bisa-bisa kebawa sampai berkeluarga,semua hal waktunya harus diatur.Apalagi kalau ngungkit masa lalu semasa kuliah yang buruk bisa berabe kan.

Yang paling bikin gue lebih perhatian sama omongan dosen ini ketika dia bawa-bawa nama mario teguh. Katanya gini
'saya suka mario teguh,jadi saya suka sekali menontonnya. Percintaan itu nggak selamanya mulus. Kalo putus ya udah biarkan saja putus. Mungkin dia bukan jodoh kita,tapi kita harus percaya kalo sebenarnya ada jodoh lain yang sebenarnya sudah dilahirkan buat kita tapi kita belum ketemu sama dia. Makanya kalo habis putus langsung cari lagi. Ngapain nunggu-nunggu yang udah-udah. Lebih baik mencari. Jadi nggak stres kan. Dan nggak bikin hipertensi'

Gue suka banget sama kata-katanya sangat memotivasi orang yang patah hati.

Friday, March 4, 2011

Scared Dream

Aku tidur tepat jam 9 malam. Aku sangat capek hari kemarin karena kuliah yang begitu padat. Akhirnya pun aku bermimpi lagi. Aku berada di suatu wilayah yang sangat indah menurutku. Itu sebenarnya adalah sebuah rumah berhektar-hektar dengan halaman yang luas, aku tidak menduga sebelumnya, kalau ke rumah ini harus melalui perahu kecil. Dengan begitu aku bisa melihat keindahan alam yang lagi-lagi di sekitar rumah itu. Akhitnya aku tiba dan rumah itu sangat besar dan di depan rumah itu terhampar lautan dengan terumbu karangnya yang indah. Entahlah apa yang kulakukan di tempat itu. Aku naik ke lantai di atasnya, aku melihat keindahan laut itu dari balkon atas. Kulihat di sekitar atas itu terdapat salib. Aku tahu aku berada di rumah orang katolik, karena salibnya terdapat Tuhan Yesus. Aku berjalan, di depanku ada ruang doa. Di atasnya tertulis tulisan Arab dan dibawahnya tulisan dengan bahasa Indonesia Doa setiap pukul 6 sore.

Tiba-tiba aku sudah di meja makan bersama anak tuan rumah yang berjumlah tiga lelaki semua, anak pertama mereka cacat, dia buta, yang lain berumur sekitar 8 tahun, kurasa mereka kembar. Dan ternyata aku tidak sendiri disana, aku bersama teman-temanku Devi, Tyas, Nika, Tita, Vero, dan satu lagi teman smp ku yang aku sangat lupa namanya. Setelah kami makan bersama tiba-tiba anak tuan rumah yang pertama mengajak kami doa sore yang ternyata di ruang tadi. Dan akhirnya kami semua masuk. Disana cukup luas, dengan satu ruang lain yang aku tidak tahu apa itu. Aku mencoba memimpin doa malaikat Tuhan tapi  2 teman-temanku masih saja bercanda. Kami sudah mulai tapi mereka tetap bercanda, Akhirnya anak tuan rumah yang pertama itu marah, dan mengajak kami entah kenapa tiba-tiba sudah sampai di sebuah halaman, disana ada patung Bunda Maria. Kami mendekatinya, di sampingnya ternyata ada sebuah makam yang berupa gundukan tanah. Bulu kudukku langsung berdiri, karena di depan makam itu terdapat salib dengan wanita yang menggantung disana. Aku ebnar-benar takut saat itu. Anak itu akhirnya mengajak kita berdoa disana dan dia yang memimpin. Saat aku berdoa, aku mendengar ada keriuhan mendekati kita. Aku membuka mata sedikit, mereka tidak suka kami berdoa, kami akan dibunuh katanya.

Tiba-tiba aku tidak disana, aku ternyata sekarang berada di ruang doa yang lain tadi. Aku masuk dan disana mama dari anak tersebut mengajak kami berdoa. Setelah berdoa, tiba-tiba dia mamberikan selebaran entah apa itu. Selebaran tentang doa, lalu tiba-tiba dia bertanya
" Anda tahu nggak orang yang di sebutkan di belakang buku ini, dia punya dua anak. Ada yang tahu?"
Kami menggeleng. Tiba-tiba dia mengajak kami berdoa lagi dan temanku SMP tadi bergetar, sebenarnya akupun juga tidak kuat rasanya disana, seperti ada sesuatu dalam diriku tapi aku tetap mengukuhkan diri untuk berdoa. Teman SMP ku tiba-tiba menangis dan aku semakin takut saja dan badanku rasanya tidak kuat lagi. Aku takut sekali. Dan mama tadi tetap berdoa. Aku semakin kuat berdoa. Dan ketika doa selesai, tiba-tiba temanku yang tadi bergetar mengucapkan terima kasih dengan aksen yang aneh, katanya kita telah membebaskannya. Aku semakin merinding.

Aku dibawa lagi ke ruang lain, teman SMP ku itu juga ikut, raut mukanya masih aneh dan dia melihatku begitu tajam. Aku sangat takut sekali. Kugandeng teman sebelahku kuat-kuat. Tiba-tiba mama mengatakan bahwa buku doa yang tadi diberikan jangan sampai diketahui orang lain. Aku semakin curiga. Tapi aku menepiskan itu. Di ruang aku dibawa, kami akan berdoa lagi, ruang itu penuh lilin ada salib dan bunda maria juga bunga disana. Di belakang itu terdapat jendela tembus pandang, kulihat jalan raya, banyak mobil lalu lalang. Aku yakin orang dapat melihat kegiatan kita. Tiba-tiba aku keluar, saat itu sedah malam, aku ingin menghirup udara segar karena keadaan aneh hari ini.

Saat aku diluar, aku lihat ada umat yang sedang memperbaiki mobilnya, yang satu di depan memperbaiki mesin mobil dan yang satu di belakang. Dari arah lain kulihat anak laki-laki agak gemuk berumur sekitar 9 tahun dengan barbaju kuning tiba-tiba menghampiri mobil itu dan mendorongnya dengan sekali dorongan. Aku kaget, dia akan membunuh orang yang di depan mobil itu karena di depan mobil ada sebuah tembok. Ternyata orang yang di depan mobil itu sedah tahu, dan dia dapat menahan mobil itu. Anak itu tertawa terbahak-bahak. Kemudian orang yang tadi berada  di depan mobil kembali mendorong mobil sehingga anak itu terjatuh. Aku terkejut sekali, banyak mobil berhenti dan menyaksikan itu, bahkan banyak yang mencaci orang itu karena telah menabraknya. Tapi anak itu kemudian bangkit, mengambil pipa besi dan memukul seorang wanita berkerudung yang berada di dalam mobil. kemudian satpam mencoba menahan anak itu. Sirine polisipun kudengar di kejauhan

Secret Agent

Ini seperti sebuah Inception bagi hidupku, mengapa aku ada di dunia ini dan dapat melakukan hal itu. Aku tidak mengenal siapa diriku dan orang yang menjadi partnerku ketika itu. Tugasku hanya menembus waktu melalui sebuah cermin dimana semua arsiteknya ditentukan oleh seorang pemimpin yang aku tidak tahu siapakah dia. Ini adalah pekerjaan pertamaku, aku datang di sebuah tempat seorang perwira tinggi, lagi-lagi aku tidak megerti siapa dia, yang kutahu dia sangat hebat. Partnerku adalah seorang yang sangat jeli dan sangat hati-hati, aku belum tahu siapa dia, ya aku hanya menjalankan tugas seperti disihir rasanya. Aku menembus waktu bersamanya, tugasku benar-benar jahat, aku harus mengambil semua kekayaan perwira itu, aku berpikir apakah aku benar-benar seorang penjahat? mengapa aku harus melalui waktu yang begitu membingungkan aku.

Partnerku sebut saja Thrust- itu nama agen yang diberikan kepadanya- dan aku adalah Lady. Aku dan dia entah dibawah perintah agen mana aku tidak tahu. Nama belakang kami sama Thypoid dan kami pun punya kode nama. Lagi-lagi hal ini membingungkan aku. Akhirnya kami mencoba masuk ke dalam rumah perwira itu, rumahnya sangat kecil mungin sekitar tipe 27. Aku selalu dibelakang, mengikuti Thrust, melewati ruang tamu, dan kutemukan perwira kaget dengan kehadiran kami. Akhirnya aksi tembakan pun dimulai. Aku benar-benar takut, aku belum pernah menggunakan senjata. Aku hanya bisa melindungi diri dan tidak menembak, bersembunyi di dapur, Tiba-tiba adu tembak pun selesai, Thrust lah yang memenangkan semuanya. Aku takut sekali melihatnya. Mungkin Thrust tahu apa yang kurasakan.
"Ini bukan senjata asli, ini hanya senjata pembius, durasi waktu hanya 1 menit. Kita harus bertindak cepat"
Aku kemudian mengambil tas dan memasukkan semua uang itu ke dalamnya. 1 tas penuh kami bawa.

Aku dan Thrust pergi melalui waktu kembali melalui cermin, Thrust ingin kita mengendarai motor perwira untuk masuk ke dalam cermin itu. Thrust memasukkan kunci motor itu, membuka kemudian menstarternya tapi motor tidak nyala sama sekali. Aku sangat khawatir sekali saat itu. Bagaimana jika kita ketahuan. Akhirnya Thrust mencoba sekali lagi dan tetap tidak menyala. Kami mencoba motor yang lain - perwira itu punya 2 motor- dan hasilnya nihil, padahal cermin sudah berada di sebelah kanan kami.
" Kita salah keluar jalan, kita harus melewati pintu belakang dari rumah ini, kalau tidak kita tidak pulang"
Thrust mengatakan itu membuatku khawatir. Karena aku harus kembali masuk ke rumah itu dan kembali keluar lewat pintu belakang itulah satu-satunya cara agar cermin terbuka. Oh tidak.

Tiba-tiba Thrust mendengar suara, istri dan anak perwira yang umurnya sekitar 6 tahun sedang berada di meja kamar, beruntung Thrust meletakkan  perwira di sebuah kamar. Thrust turun dan mengintip melalui celah, tentu saja aku mengikutinya. Thrust memberi kode padaku. Ya, waktu kami sudah habis. Dan perwira itu keluar dari kamarnya dengan menguap, sepertinya itu efek dari tembakan Thrust. Mataku masih tertuju pada istri dan anaknya, aku berpikir apakah aku harus masuk melalui pintu belakang dan menyekap mereka? Aku mau pulang, itu saja yang kupikirkan.

Akhirnya kuberanikan masuk, kutodongkan pistol ke arah istri dan anaknya, aku hanya menakuti , tidak ada keberanian untuk menembak. Mereka berteriak, dan perwira itu dengan cepatnya menghampiri mereka dan menodongkan pistol kembali ke arahku. Tidak, aku benar-benar ingin pergi secepatnya. Aku tidak mau mati disini. Tiba-tiba kumerasakan tarikan kuat dari belakang, itu Thrust, tangan Thrust menarikku kuat sekali hingga aku terbangun dan aku tidak tahu kejadian selanjutnya.

Thursday, February 24, 2011

Ketemu Sherina Munaf

Oh My God mimpi apa gue semalam, gue ketemu sama idola gue Sherina di Kebon Raya Bogor. Gue bener-bener nggak nyangka gue bisa ketemu nggak sengaja sama dia disana. Gue sebenernya agak ragu untuk deketin dia soalnya dia ngebunglon mungkin supaya gak ada paparazi kali ya. Gue dengan berani nyamperin dia, dan dia pun menyambut gue. Gila, cantik banget dia dengan topi itemnya di kepala. Oke sudah cukup memuji betapa menawannya dia. Tiba-tiba dia nanya pertanyaan ini ke gue
"Kamu habis jalan-jalan disini ya?" kata dia
"Iya sher"gue jawab dengan tegangnya
"Aku minta recomend donk tempat mana yang bagus buat foto soalnya aku mau ada pemotretan neh disini"
Gue kaget tiba-tiba dia nanya kayak gitu, gue kan baru aja ketemu, dan dia belum tau nama gue. Oke langsung aja tuh gue jawab.
"Ada sih tu di bagian belakang. Emang kamu mau pemotretan apa?" pengen tau
"Ini loh, aku mau bikin single baru nah mau pemotretan buat jadiin covernya gitu. Aku juga lagi nunggu manajer aku neh nggak dateng dateng"
"Lha tapi kok kamu sendirian disini?"
"Iya neh makanya aku nyamar. Mana fotografernya belum dateng. Kamu mau nggak nunjukkin tempatnya dimana"
Gue berpikir sejenak karena temen-temen gue sebenernya udah ngasih sinyal ngajak pulang. Tapi gue juga mau menghabiskan sedikit waktu gue buat idola gue. Karna nggak enak sama temen gue akhirnya gue nolak. Dan tiba-tiba ring ring ring. Gue kebangun dari tidur gue dan ternyata gue tadi cuma mimpi. Andai itu nyata..

Friday, February 11, 2011

Berkhayal Tiada Habisnya

Entah kenapa tiap hari, tiap menit, tiap detik gue selalu memikirkan kemana kita akan pergi. Kita adalah gue dan teman-teman atau pacar atau saudara. Gue selalu aja berhasrat buat buka laptop, searching kesana kemari buat cari tempat-tempat eksotik di Indonesia. Dan gue sangat berhasrat buat kesana. Gue saat ini adalah seorang MAHASISWA saja tapi mudah-mudahan bisa jadi MAHAWISATA yang bisa jalan-jalan keliling Indonesia. Gue belum kerja, gue nggak menghasilkan uang, yang gue bisa cuma menabung dari uang jajan yang sangat minim. Uangnya pun ntar bakal gue pake buat travelling, nggak papa lah yang penting gue dapat mencurahkan hasrat gue buat jalan-jalan.

Gue adalah orang yang punya hasrat berkhayal yang tinggi, andai saja gue punya uang banyak, gue mau keliling Indonesia, belum punya mobil pun nggak papa asalkan bisa travelling kemana-mana. Gue bener-bener pengen sangat pengen. Andaikata gue bisa jalan-jalan dalam waktu dekat ini gue mau ngelist itu satu persatu. Dan ini listnya

1. Gue pengen banget ke Ujung Genteng dan Curug Cikaso..gue berharap taun depan awal januari gue bisa mewujudkan mimpi gue.
Ujung Genteng

  
Curug Cikaso

2. Gue belum pernah ke tangkuban Perahu so gue bakal kesana
Tangkuban Perahu

3. Gue baru aja liat blog entah siapa yang punya dan gue rasa dia backpaker sejati, dia cerita tentang green canyon, dan hal ini membuat gue juga pengen kesana. Selain Green Canyon gue juga bakal ke Pangandaran yang ternyata jaraknyapun cukup dekat.
green Canyon

Pangandaran Beach
4. Dan list ini yang gue nggak tau kapan mau kesana. Gue bener-bener pengen ke Bromo
Bromo
Entah kapan ini bakal terwujud tapi list yang pertama bener-bener harus terwujud. Setelah itu gue akan memikirkan list lainnya. Memang semua itu akan terwujud bila kita bermimpi dan mencoba untuk mewujudkannya. Tanpa usaha mewujudkannya semua itu sia-sia belaka. Gue percaya itu.


Thursday, February 10, 2011

Mungkin "mereka" takut KUNGFU

Hari ini di TV banyak banget berita yang menyorot tentang konflik SAR yang terjadi di Indonesia, mengenai Ahmadiyah ataupun kasus Antonius yang katanya menjelek-jelekkan nama suatu agama di Temanggung. Bener-bener nggak gue bayangin betapa buruknya negri ini. Gue nggak mau ngebahas masalah ini, gue cuma mau berkelakar tentang percakapan gue ,angga dan nyokap gue sore ini.

Gue dan mereka semua lagi nonton tentang kelenteng (tempat ibadah orang Buddha) yang ada di Jakarta Barat, tiba-tiba nyokap gue nyeletuk gini
Nyokap : kenapa ya klenteng-klenteng itu nggak pernah dibakar, tapi kita kok sukanya dibakar-bakar ya?

Gue : sirik kali mah sama kita

Angga : dibakar juga kok tante, itu tu yang dikalimantan kalo ada klenteng suka dibakarin

Gue: tau tuh mereka tu maunya apa ya? didiemin malah kayak gitu

Angga: Mereka (penganut buddha) itu nggak pernah disirikin kayak agama kita soalnya mereka itu pinter KUNGFU

Hahahahaha...bener juga kali ya mungkin karena mereka jago kungfu jadi pada takut kalo mau bakar-bakar atau ngerusak wilayah mereka. Kebanyakan nonton film kungfu ckckckck..
Ini cuma kelakar di sore hari jadi jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati.

Wednesday, February 9, 2011

Hmmm

Hari itu tanggal 14 Februari 2010 gue benar-benar terlambat bangun karena hari kemarin benar-benar melelahkan, gue cek sms dan betapa terkejutnya gue langsung dapet berita duka kalo ibunya temen gue Arsen meninggal dunia, gue sontak bangun dengan nyawa setengah sadar langsung telepon Tata temen unit gue dulu di SMA untuk meminta kejelasannya. Akhirnya gue memutuskan untuk kesana bareng angga lagipula gue libur dan daerahnya gue tau banget, di rumah duka St.Carolus. Gue jalan ke atma dulu jemput angga langsung ke TKP.

Di TKP gue kaget juga melihat temen gue inisial A udah ada disitu bersama dengan pasangan yang baru, dia mungkin bingung juga gue ada disana karna biasanya kita barengan ato janjian kalo kesana..oh, ada yang lain ada pasangannya, dia terlihat aneh agak bingung, hahaha muka gue aneh kali ya. Gue nggak peduli karena tujuan gue kesana ngelayat bukan buat reunian. So, gue langsung menuju jenazah dan gue doain, semoga Tuhan mengampuni segala dosa ibu itu, ibu yang nggak gue kenal,amin. Setelah itu gue ngambil posisi duduk, yah basa-basi dulu sama si Arsen, dan gue anehnya temen gue yang dulu DEKET banget ma gue ini bener-bener diem aja, gue emang sempet ajak omong tapi dia nggak ajak omong gue lagi ya udahlah. Trus tiba-tiba dia ngajak omong nanya tentang kabar Tuthe ke angga mungkin sekedar basa-basi. Gue suruh dia duduk di sebelah gue skedar melepas rindu tapi dia nggak meu. Oke..lu bener-bener berubah mannn..

Saat gue mau pulang dia nawarin gue ma angga pulang bareng " Kok cepet banget pulangnya?( ngapain lama-lama lu juga ngacangin gue)Udah bareng aja bun, aku nyetir sendiri soalnya" gue jawab  " Nggak usah, keburu macet ntar(alasan yang gue buat-buat)", "Kamu pulang ke depok kan? bentar lagi aku pulang kok", gue jawab lagi "Gue ke Bekasi taukk, udah ya gue duluan" gue pun pamitan. Di jalan tiba-tiba angga nyeletuk gini "Walaupun ditawarin gue nggak bakal kali nebeng tu mobil" dan gue juga bilang " iye igue juga males lagi" Gue dan angga bener-bener nggak mau lagi ada urusan dengan teman lama gue itu dan akhirnya gue pulang.

Kersen, Buah Pinggir Jalan yang Menyehatkan

Jakarta, Anak-anak kecil di hampir semua daerah di Indonesia biasanya paling suka bermain di bawah pohon Kersen atau Ceri yang banyak tumbuh di pinggir jalan. Buah kecil yang manis ini ternyata banyak sekali manfaat kesehatanya.

Anak-anak biasanya akan memetik buah Ceri dan langsung memakannya. Karena tidak sempat dicuci seringkali si anak sakit perut sehingga banyak orangtua melarang anaknya makan buah Ceri. Apalagi makan buah Ceri bikin ketagihan karena rasa manisnya yang tinggi.

Tapi jangan salah, meski banyak hidup dipinggir jalan, buah Ceri ini banyak manfaatnya. Asalkan dimakan dengan bersih segala kebaikan senyawa di buah Ceri bisa bermanfaat buat tubuh.

Penelitian membuktikan buah Ceri ini punya banyak senyawa penting yang bermanfaat untuk tubuh. Seperti diungkap Julia F Morton dalam bukunya 'Fruits of Warm Climates (1987)' yang dilansir hort.purdue.edu, Rabu (9/2/2011) ada 12 senyawa penting dari buah Ceri.

Dalam setiap 100 gram buah kersen mengandung:
  1. Air (77,8 g)
  2. Protein (0,324 g)
  3. Lemak (1,56 g)
  4. Serat (4,6 g)
  5. Kalsium (124,6 mg)
  6. Fosfor (84,0 mg)
  7. Zat besi (1,18 mg)
  8. Karotin (0,019 mg)
  9. Vitamin B1 (Tiamin) (0,065 mg)
  10. Riboflavin (0,037 mg)
  11. Niacin (0,554 mg)
  12. Vitamin C (Ascorbic Acid atau antioksidan) (80,5 mg)

Kandungan gizi yang tinggi dari buah kersen, membuat buah kecil yang manis ini memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain:
  1. Antiseptik atau antibakteri
  2. Antispasmodik (kejang pada saluran cerna yang mungkin disebabkan diare, gastritis)
  3. Meringankan sakit kepala
  4. Meringankan gejala awal flu dan pilek
  5. Anti diabetes
  6. Anti inflamasi (anti peradangan)

Buah kersen atau talok sering dijumpai dipinggir-pingir jalan dan digunakan sebagai tumbuhan peneduh. Secara ilmiah, buah kersen disebut dengan Muntingia calabura L., yang termasuk dalam keluarga tanaman Elaeocarpaceae.

Selain di Indonesia, kersen juga banyak dibudidayakan di daerah hangat di seluruh dunia, seperti India, Asia Tenggara, Malaya, Indonesia, Filipina dan di banyak tempat lain.

Di berbagai negara buah kersen memiliki sebutan lokal masing-masing, seperti capolin, palman, puan (Meskiko), capulin blanco (Guatemala dan Costa Rica), capulin de comer (El Salvador), takop farang atau ta kob farang (Thailand), kakhop (Kamboja), cay trung ca (Vietnam), buah cheri, kerukup siam (Malaya), Jamaican cherry, Panama berry, Singapore cherry (Inggris), Chinese cherry atau Japanese cherry (India).

Sumber: detik.com



Friday, February 4, 2011

ONDELon-ONDELon

Karena rasa ingin tahu yang begitu besar berapa angpao yang didapat angga, tiba-tiba gue nyeletuk gini

Gue : Dapet angpao berapa?

Angga : Ih nggak boleh kasih tau taukk..

Gue: pelit lu..si delon aja tadi di infotainment ngasih tau tuh angpaonya

Angga: Kan yang ngasih angpaonya dia

Gue : Bukannn..dia dapet angpao dari ibunya trus nunjukkin duitnya yang biru2 itu...tau kan lu

Angga: Delon kan bukan orang cina

Gue : Ih dia tu cina tau..keliatan juga (gue mulai kesel)

Angga : Dia itu orang betawi

Gue: Lho?(gue jadi bingung, ne orang sinting apa apa ya?)

Angga : iya kan namanya ONDELon-ONDELon

Gue langsung diem dan ketawa terbahak bahak hahahha...bisa sinting gue punya pacar kayak dia

One Interesting Conversation

Im just repost from my friend notes but its great conversation so i share with you..Do you read that?

An Atheist Professor of Philosophy was speaking to his Class on the problem Science has with God, the Almighty.
He asked one of his new Christian students to stand.

Student: Yes, sir.
Professor: So, you believe in God?
Student: Absolutely, sir.
Professor: Is God good?
Student: Sure.
Professor: My brother died of cancer, even though he prayed to God to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But God didn’t. How is God good, then? Hmm?
(Student was silent)

Professor: You can’t answer, can you? Let’s start again, young fella. Is God good?
Student: Yes.
Professor: Is Satan good?
Student: No.
Professor: Where does Satan come from?
Student: From.. God.
Professor: That’s right. Tell me son, is there evil in this world?
Student: Yes.
Professor: Evil is everywhere, isn’t it? And God did make everything. Correct?
Student: Yes.
Professor: So who created evil?
(Student didn’t answer)

Professor: Is there sickness? Immortality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don’t they?
Student: Yes, sir.
Professor: So, who created them?
(Student had no answer)

Professor: Science says you have 5 senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son.. have you ever seen God?
Student: No, sir.
Professor: Tell us if you have ever heard your God.
Student: No, sir.
Professor: Have you ever felt your God, tasted your God, smelt your God? Have you ever had any sensory perception of God, for that matter?
Student: No, sir. I’m afraid I haven’t.
Professor: Yet you still believe in Him?
Student: Yes.
Professor: According to empirical, testable, demonstrable protocol, Science says your God doesn’t exist. What do you say to that, son?
Student: Nothing. I only have my Faith.
Professor: Yes, Faith. And that is the problem Science has.

Student: Professor, is there such a thing as Heat?
Professor: Yes.
Student: And is there such a thing as Cold?
Professor: Yes.
Student: No, sir, there isn’t.
(The Lecture Theatre became very quiet with this turn of events)

Student: Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don’t have anything called cold. We can hit 458 Degrees below Zero which is no heat, but we can’t go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of Heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it.
(There was a pon-drop silence in the Lecture Theatre)

Student: What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?
Professor: Yes. What is night if there isn’t darkness?
Student: You’re wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have Low Light, Normal Light, Bright Light, Flashing Light… But if you have No Light constantly, you have nothing and it’s called Darkness, isn’t it? In reality, darkness isn’t. If it is, You would be able to make darkness darker, wouldn’t you?
Professor: So what is the point you are making, young man?
Student: Sir, my point is, your Philosophical Premise is flawed.
Professor: Flawed? Can you explain how?
Student: Sir, you are working on the Premise of Duality. You argue there is Life and then there is Death, a good God and a bad God. You are viewing the concept of God as something finite, something we can measure. Sir, Science can’t even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one. To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing. Death is not the opposite of life, just the absence of it. Now tell me, Professor, do you teach your students that they evolved from a monkey?
Professor: If you are referring to the Natural Evolutionary Process, yes of course, I do.
Student: Have you ever observed Evolution with your own eyes, sir?
(The professor shook his head with a smile, beginning to realize where the argument was going)

Student: Since no one has ever observed the Process of Evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor, are you not teaching your opinion, sir? Are you not a Scientist but a Preacher?
(The class was in uproar)

Student: Is there anyone in the class who has ever seen the Professor’s brain?
(The class broke out into laughter)

Student: Is there anyone here who has ever heard the Professor’s brain, felt it, touched or smelt it? .. No one appears to have done so. So, according to the established Rules of Empirical, Stable and Demonstrable Protocol, Science says that you have no brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures?
(The room was silent. The Professor stared at the student, his face unfathomable)

Professor: I guess you’ll have to take them on Faith, son.
Student: That is it, sir.. exactly! The link between man and God is Faith. That is all that keeps things alive and moving!

That student was ALBERT EINSTEIN. =)